Rabu, 11 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Jadi Bandar Remi, Main Kalah, eh Polisi Datang

22 Februari 2019, 17: 26: 29 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (Istimewa)

Share this      

LAMONGAN – Slamet, 68, kakek asal Desa Rancangkencono, Kecamatan Lamongan, ini senang berjudi. Bukan jadi pemain, namun bandar.

Di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Lamongan yang diketuai Nova Flory Bunda, didampingi anggotanya Aunur Rofiq dan Agusty Hadi Widarto Kamis (21/2), Slamet mengaku dirinya yang berinisiatif mengajak empat orang lainnya untuk berjudi remi.

Judi itu digelar pada acara hajatan tetangganya. Keinginan berjudi tersebut timbul saat pemilik hajatan menyediakan kartu remi. ‘’Sudah biasa kalau di tempat hajatan ada reminya, buat melekan. Saya yang jadi bandarnya. Tiap orang nomboknya Rp 2 ribu,’’ ujar Slamet.

‘’Saudara dapat untung berapa jadi bandarnya ?,’’ tanya hakim.

‘’Apes Pak. Saya kalah terus. Baru main sebentar sudah ada polisi datang,’’ jawab kakek empat cucu itu.

Jawaban tersebut membuat pengunjung ruang sidang tergelak.

(bj/din/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia