Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Dana Bebaskan Lahan Ring Road Kurang, Proyek Fisik Ditunda

22 Februari 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PERLU RING ROAD: Kemacetan di perlintasan ganda kereta api dekat Terminal Lamongan.

PERLU RING ROAD: Kemacetan di perlintasan ganda kereta api dekat Terminal Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN – Realisasi ring road utara bakal molor lagi. Itu setelah Balai Besar Perbaikan Jalan Nasional (BBPJN) Gresik – Lamongan – Tuban memastikan pengerjaan fisik, yang rencana awal mulai dikerjakan tahun ini, harus ditunda.

Hal itu terpaksa dilakukan karena belum rampungnya pembebasan lahan. ‘’Sementara fisiknya tidak jadi tahun ini, karena pembebasan lahan belum selesai semuanya,’’ tutur Ketua PPK BBPJN Gresik, Lamongan, Tuban, Tugiman, kepada Jawa Pos Radar Lamongan,kemarin (21/2).

Kebutuhan tanah untuk JLU sepanjang 295.059 meter persegi (m2). Tugiman mengatakan, lahan yang belum dibebaskan menyisakan 14,3 persen dari total lahan keseluruhan. Padahal, pihaknya sebenarnya sudah siap mengerjakan fisik sepanjang 1,5 kilometer (km) dengan anggaran Rp 44 miliar.

‘’Tinggal tanah yang bagian paling ujung,’’ ujar pria berkacamata tersebut.

Tugiman menuturkan, ada kesalahan perkiraan harga pembebasan lahan yang belum rampung. Harga tanah ternyata jauh lebih mahal dari anggaran yang telah disiapkan.

‘’Waktu itu perkiraan saya kan sekitar Rp 1 juta sekian. Tapi makin ke sini makin mahal. Akhirnya perhitungannya mbleset,’’ tutur Tugiman saat dikonfirmasi via ponsel.

Dia menyayangkan pembebasan lahan dibebankan pada pihak kementerian yang berwenang terhadap jalan nasional. Padahal, daerah lainnya ikut membantu kekurangan anggaran pembebasan lahan. 

‘’Seharusnya Lamongan itu ikut bantu seperti Tuban. Kemarin rapat dengan bappeda, kalau bisa dana dibantu Lamongan,’’ tukasnya.

Tidak adanya anggaran untuk sisa pembebasan lahan, membuat anggaran Rp 44 miliar untuk fisik dialihkan pembebasan lahan. Itupun belum bisa membebaskan seluruhnya. Sebab, Tukiman memperkirakan, kekurangan sisa lahan Rp 58 miliar.

‘’Yang penting pembebasan lahan diselesaikan dulu,’’ ujar pria asal Surabaya tersebut.

Molornya kembali realisasi fisik ring road utara memupus harapan masyarakat Lamongan, yang menginginkan segera ada solusi kemacetan akibat perlintasan double track kereta api (KA).

Sesuai realita, perbaikan rel KA di Jalan Jaksa Agung Suprapto Lamongan menimbulkan kemacetan panjang. Kemacetan dan perlambatan arus dari arah barat mulai Desa Kebonsari, Kecamatan Sukodadi hingga perlintasan KA.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan Farikh berharap ring road utara segera mulai direalisasikan pengerjaan fisiknya.

‘’Solusi utama ya pada ring road utara. Karena ketika ada perbaikan seperti ini, kendaraan besar bisa dialihkan ke sana. Jadi tidak menimbulkan kemacetan seperti sekaran,’’ katanya.

(bj/ind/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia