Senin, 20 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Sport

Persibo Tentukan Langkah Usai Kongres

22 Februari 2019, 10: 25: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERJUANG: Persibo diharapkan bisa berlaga di Liga 3. Namun, masih menunggu kongres terlebih dahulu.

BERJUANG: Persibo diharapkan bisa berlaga di Liga 3. Namun, masih menunggu kongres terlebih dahulu. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO - Persibo masih belum mendaftarkan diri pada kompetisi Liga 3. Sebab, manajemen masih menunggu hasil kongres PSSI Jatim, Sabtu (23/2). Sehingga, langkah Persibo akan ditentukan setelah manajemen mengantongi bahan acuan tersebut.

CEO Persibo Abdullah Umar mengatakan, ingin menghitung dan mempersiapkan langkah Persibo secara matang. Sebab, pihaknya memerlukan hasil kongres dan hal lain yang menjadi bahan acuan untuk melakukan pendaftaran dan persiapan tim.

"Ya pasti daftar lah. Tapi, kita lihat dulu perkembangannya dari hasil kongres bagaimana,” kata dia kemarin (21/2).

Lanjut Umar, sapaannya,  pihaknya memerlukan kejelasan terkait regulasi, waktu bergulir, dan dinamika kompetisi liga 3. Sebab, masih ada waktu setelah kongres untuk mendaftarkan diri dan menentukan langkah kedepan secara matang.

Adapun posisi pendaftaran tersebut hanya sebatas kesanggupan klub atau tim untuk mengikuti kompetisi liga 3. "Sehingga tidak melampirkan apapun, seperti halnya pelatih, pemain dan kerangka yang lain,” jelas dia.

Selain itu, kata dia, dinamika bergulirnya kompetisi masih panjang. Sebab, dimungkinkan segala kompetisi akan bergulir setelah gelaran pemilu.

"Ada momentum pemilu, tentu tidak akan mungkin kompetisi liga 1, 2, 3 dan yang lainya bergulir saat momen tersebut,” imbuhnya.

Menurut Umar, situasi PSSI secara nasional juga sedang terguncang. Sehingga pasti akan berpengaruh pada kebijakan atau bahkan bergulirnya kompetisi.

"Maka dari itu kita masih menunggu perkembangan. Kita ingin menghitung dan mempersiapkan tim secara matang dan tidak gegabah,” ucap dia.

Perihal komitmen dan dukungan pemkab atau bupati untuk membangkitkan Persibo, lanjut dia, terdapat banyak hal yang dikomunikasikan. Tentunya, ada komitmen nyata dari pemkab atau bupati.

"Pembicaraan kita kaitannya dengan hal-hal yang dapat tercover oleh APBD, alih status atau apapun itu,” jelasnya.

Sementara itu, imbuh Umar, KONI Bojonegoro juga sedang berbenah pasca gonjang ganjing. Sehingga manajemen tidak bisa menentukan langkah secara cepat dan tiba-tiba.

"Kita lihat dulu perkembangannya. Setelah itu baru kita akan melangkah,” tukasnya.

(bj/dny/aam/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia