Rabu, 26 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Mantan Bupati dan Sekda Dicecar 20 Pertanyaan

22 Februari 2019, 10: 20: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

JADI SAKSI: Mantan Bupati Kang Yoto dan Sekda Soehadi Moeljono usai menjalani pemeriksaan di kejari, Kamis (21/2).

JADI SAKSI: Mantan Bupati Kang Yoto dan Sekda Soehadi Moeljono usai menjalani pemeriksaan di kejari, Kamis (21/2). (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Penyidikan dugaan korupsi anggaran biaya auditor internal Inspektorat Bojonegoro pada 2014-2017 mendatangkan saksi orang-orang penting. Kemarin (21/2) jaksa penyidik kejaksaan negeri (kejari) mendatangkan mantan Bupati Bojonegoro Suyoto, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Soehadi Moeljono, dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro Ibnu Soeyoeti.

Kejari mendatangkan saksi untuk memperkuat alat bukti penyidikan dugaan korupsi di lingkup inspektorat tersebut. Pemeriksaan sekitar dua jam sejak pukul 10.00. Keluar dari ruang pemeriksaan, Suyoto bersama Soehadi Moeljono dan Ibnu Soeyoeti tampak tenang.

“Saya, Pak Mul, dan Pak Ibnu, datang ke sini memenuhi panggilan dengan semangat membantu kejaksaan menemukan kebenaran materiil. Supaya kejaksaan bisa menegakkan seadil-adilnya kasus yang menimpa di inspektorat,” ucap Suyoto ditemui usai pemeriksaan di kantor kejari.

Mantan Bupati Bojonegoro 2008-2018 mengatakan, pihaknya hanya memenuhi panggilan penyidik kejari untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas kasus menimpa Inspektorat Bojonegoro.

Hanya, Kang Yoto menolak berkomentar ketika disinggung materi pertanyaan. “Sudah, sudah. Jangan tanya seputar itu. Intinya kami semua harus bantu penegak hukum menemukan kebenaran materiil,” jelasnya.

Kasi Pidana Khusus Pidsus Kejari Achmad Fauzan menerangkan bahwa pemeriksaan berdasarkan tugas pokok dan fungsi masing-masing terkait kegiatan di inspektorat. Dia mengistilahkan pemeriksaan tiga pejabat tadi mempertajam kelengkapan berkas perkaranya.

Dia pun enggan menjelaskan pertanyaan apa saja yang dilontarkan pada para saksi. “Istilahnya kami melakukan penajaman. Jangan tanya subtansinya. Lebih baik nanti saja saat di pengadilan, kalau jumlah pertanyaannya sekitar 20-an masing-masing saksi tadi,” tuturnya.

Fauzan menambahkan sejak Selasa (19/2) lalu memanggil lagi beberapa saksi. Di antaranya mantan Kabag Hukum Pemkab Bojonegoro Moch Chosim, Kabag Hukum Faisol Ahmadi, lalu puluhan pegawai inspektorat. Selain itu, kejari memeriksa sebanyak tujuh saksi ahli. Namun baru diperiksa tiga.

“Sudah banyak saksi yang diperiksa. Puluhan. Tapi, kami periksa lagi guna melengkapi berkas-berkasnya,” pungkasnya.

(bj/gas/rij/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia