Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Lamongan
STBM Lamongan Menjadi Percontohan Nasional

Angka Stunting Turun Signifikan

20 Februari 2019, 17: 18: 30 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BERKOMITMEN : Bupati Fadeli bersama wabup Kartika Hidayati, Direktur Kesling Kementrian Kesehatan, Imran Agus Nurali, Kadinkes dr Taufik Hidayat dan kepala OPD serta camat usai penandatanganan komitmen mempercepat penurunan stunting.

BERKOMITMEN : Bupati Fadeli bersama wabup Kartika Hidayati, Direktur Kesling Kementrian Kesehatan, Imran Agus Nurali, Kadinkes dr Taufik Hidayat dan kepala OPD serta camat usai penandatanganan komitmen mempercepat penurunan stunting.

Share this      

KOTA - Pemkab Lamongan sangat serius menyelesaikan permasalahan stunting (tubuh kerdil) bagi anak - anak. Sehingga jumlah kasus mengalami penurunan secara signifikan setiap tahun. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, pada 2016 mencapai 25,24 persen. Kemudian turun menjadi 23 persen pada 2017 dan tahun lalu (2018) tinggal 15,64 persen. 

Meski sudah turun signifikan, Pemkab Lamongan melalui Dinkes setempat belum puas dan ingin semakin dipercepat penurunannya. Kemarin (19/2), di Lapangan Desa Brengkok, Kecamatan Brondong dilakukan launching Percepatan Pencegahan Stunting melalui intervensi 1000 hari pertama kelahiran (HPK), lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), dan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). 

Kegiatan itu dihadiri Bupati Lamongan, Fadeli didampingi Wabup Kartika Hidayati dan jajaran Forkopimda setempat dan disaksikan Direktur Kesling Kementrian Kesehatan, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, dan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat di Lamongan.  

Kepala Dinkes Lamongan, dr Taufik Hidayat menjelaskan, prosentase kasus stunting di Lamongan turun signifikan. ‘’Bahkan angka tersebut selalu di bawah Jawa Timur (Jatim),’’ tandasnya.

Dia mengungkapkan, ada tiga hal yang menjadi prioritas petugas kesehatan dalam menurunkan angka stunting. Yakni intervensi 1000 hari pertama kelahiran (HPK), lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), dan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Untuk STBM, Lamongan bisa mendahului dan rencananya tuntas tahun 2020. Padahal baru masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. 

“Alhamdulillah pilar pertama kita sudah tuntas tahun lalu yakni open defecation free (ODF),” ujarnya. 

Menurut Taufik, permasalahan stunting butuh sinergi kuat antarelemen. Karena percepatan pencegahan stunting harus melibatkan lintas sektor. Penerapan lima pilar STBM dan germas ini sudah dilakukan di seluruh desa dan kecamatan di Lamongan. Namun upaya tersebut akan sia-sia jika tidak ada gayung bersambut dari lintas sektor. 

‘’Karena itu, penandatanganan komitmen ini harus ditindaklanjuti bersama agar 2020 seluruh program bisa tuntas,’’ terangnya. 

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Imran Agus Nurali, mengucapkan terima kasihnya atas upaya Pemkab Lamongan yang serius menangani stunting. Meski secara nasional sudah turun, tapi grafik Lamongan ternyata jauh lebih baik. Bahkan terkait program STBM, Lamongan bisa menjadi percontohan. Sebab satu program ODF sudah tuntas sejak lama. 

Imran mengklaim, upaya tenaga medis hanya berpengaruh 20 persen. Kemudian faktor perilaku 35 persen, dan lingkungan mendominasi mencapai 45 persen. “Stunting ini bukan faktor keturunan, tapi gangguan gizi, kesalahan masak, dan lingkungan yang tidak mendukung,” terangnya.

Sementara itu Bupati Fadeli menegaskan, pencegahan stunting harus semakin dipercepat agar kualitas kesehatan masyarakat Lamongan semakin baik. ‘’Program percepatan pencegahan stunting saya harap bisa tuntas pada tahun 2020,’’ tandasnya.

Angka Stunting di Lamongan 

1. Tahun 2016 mencapai 25,24 persen. 

2. Tahun 2017 turun menjadi 23 persen.

3. Tahun 2018 tinggal 15,64 persen. 

Tiga Kegiatan Percepatan Pencegahan Stunting: 

I. 1000 Hari Pertama Kelaihran (HPK) 

A. Pelita LA (peduli gizi balita dan ibu hamil)

B. Cooking class (edukasi gizi) 

II. Program STBM lima pilar 

1. Stop BABS 

2. Cuci tangan pakai sabun 

3. Mengolah makanan dan minum rumah tangga 

4. Pengolahan sampah rumah tangga 

5. Pengolahan limbah rumah tangga 

III. Program Germas 

1. Melakukan aktivitas fisik 

2. Mengkonsumsi sayur dan buah

3. Memeriksa kesehatan secara rutin 

4. Tidak merokok

5. Membersihkan lingkungan

6. Menggunakan jamban sehat

7. Tidak mengkonsumsi alkohol 

(bj/rka/feb/bet/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia