Minggu, 15 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

254 Pasangan Muda Cerai

19 Februari 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

LAMONGAN – Pengadilan Agama (PA) Lamongan mencatat 2.500 kasus perceraian tahun lalu. Dari jumlah itu, 254 kasus di antaranya dialami pasangan di bawah usia 20 tahun. Padahal, saat menikah usia muda, mereka mengajukan permohonan dispensasi.

Sebagian pasangan muda yang bercerai itu berasal dari wilayah utara (pantura) Lamongan. Panitera Muda Hukum PA Lamongan, Mazir, mengatakan, perceraian yang dialami pasangan muda paling banyak disebabkan faktor ekonomi.

Kebutuhan rumah tangga tidak bisa terpenuhi karena tidak sebanding dengan pemasukan keuangan yang didapat.

‘’Cost biaya sehari-hari rumah tangga tidak bisa terpenuhi. Apalagi kalau sudah punya anak. Karena sang suami tidak memiliki pekerjaan tetap dan hasilnya tidak menentu. Bahkan ada yang tidak bekerja sehingga masih menggantungkan kebutuhan hidupnya dengan orang tua,’’ kata Mazir kepada Jawa Pos Radar Lamongan. (din/yan)

(bj/yan/din/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia