Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Datangi Lokalisasi, Ajak Warga Tak Golput

13 Februari 2019, 18: 36: 25 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

AJAK MEMILIH: Komisioner KPUK Mustofirin memberi pengarahan mencoblos di kawasan eks lokalisasi Kalisari, kemarin.

AJAK MEMILIH: Komisioner KPUK Mustofirin memberi pengarahan mencoblos di kawasan eks lokalisasi Kalisari, kemarin. (M. Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO - Sesuai hasil evaluasi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro, masyarakat kawasan pinggiran partisipasinya memilih masih minim. Hal itu mengacu pemilu sudah berlangsung beberapa kali. 

Sehingga, KPUK setempat khawatir pemilu 17 April nanti partisipasi warga pinggiran kembali rendah. Apalagi, pemilu kali ini berlangsung serentak, mulai pilpres, memilih DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, dan DPD.

‘’Mendatangi pemulung karena selama ini warga pinggiran partisipasinya kurang maksimal,’’ kata Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, SDM, dan Partisipasi Masyarakat KPUK Mustofirin.

Kawasan pemulung itu berada di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Lokasinya di Dusun Kalisari, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk. Kedatangannya menyapa dan memberikan penjelasan pentingnya memilih untuk menentukan wakilnya.

Selain pemulung, KPUK juga mendatangi kawasan eks Lokalisasi Kalisari. Lokasinya tak jauh. Petugas KPUK membawa kertas contoh untuk simulasi mencoblos. Ada beberapa golongan minoritas disasar. Firin mengatakan, seperti difabel, pengayuh becak, hingga buruh pabrik. 

Firin mengatakan, tantangan lainnya pemilu nanti karena ada lima surat suara. Sehingga sesuai temuannya di lapangan masih banyak warga yang belum memahami. Dengan didatangi, mereka akan tergugah kesadarannya menentukan wakil mereka sebagai penentu kebijakan. ‘’Semoga ikhtiar ini bisa meningkatkan partisipasi pemilih,’’ ucap dia.

(bj/msu/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia