Selasa, 21 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Sosialisasi Empat Pilar di Bojonegoro

Kuatkan Kebersamaan, Toleransi, dan Tenggang Rasa

12 Februari 2019, 21: 12: 09 WIB | editor : Amin Fauzie

FIGUR MERAKYAT: Didik Mukrianto, SH, MH ketika sosialisasi empat pilar MPR RI di Bojonegoro, Senin (11/2).

FIGUR MERAKYAT: Didik Mukrianto, SH, MH ketika sosialisasi empat pilar MPR RI di Bojonegoro, Senin (11/2). (Zakki Tamami/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO-Didik Mukrianto, SH, MH, anggota DPR-MPR kembali mengadakan sosialisasi empat pilar MPR RI di daerah pemilihannya, Jatim IX (Tuban dan Bojonegoro). Kegiatan tersebut berlangsung di Kabupaten Bojonegoro, Senin (11/2). Hadir perwakilan organisasi masyarakat dan tokoh masyarakat Bojonegoro.

Pada kesempatan tersebut, Didik Mukrianto menyampaikan pentingnya mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam empat pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dipaparkan dia, negara Indonesia mempunyai pilar-pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak hanya satu, tetapi empat pilar sekaligus.

Empat pilar tersebut mutlak dan tidak dapat dipisahkan satu dan lainnya dalam menjaga dan membangun keutuhan bangsa.

Seperti halnya sebuah bangunan. Untuk membuat bangunan tersebut menjadi kukuh dan kuat, dibutuhkan pilar-pilar atau penyangga agar dapat berdiri.

Begitu juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

''Kenapa empat pilar MPR ini penting untuk kehidupan berbangsa dan bernegara, karena selain Pancasila sebagai dasar dan pandangan hidup bangsa Indonesia, juga sebagai alat pemersatu bangsa, UUD 1945 adalah merupakan konstitusi dalam bernegara,'' tegas anggota Komisi III DPR RI itu.

Dua hal ini saja, lanjut Didik Mukrianto, sudah menjadi sesuatu yang sangat fundamental bagi bangsa Indonesia dalam menyelenggarakan negara.

Dua pilar tersebut, menurut dia, belum cukup untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa ini serta meneruskan harapan para pahlawan kita terdahulu.
''Karena itu, keempat pilar ini harus benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,'' tegas dia.

Ditambahkan sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini, kodrat kemajemukan adalah representasi kebhinekaan bangsa dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

Untuk itu, sudah menjadi tugas dan kewajiban kita untuk terus menjaga toleransi dan tenggang rasa dalam kodrat kemajemukan, apabila ingin negara ini menjadi kuat dan maju dalam menghadapi persaingan dunia global sekarang ini.

''Mari kita semua, sebagai masyarakat dan generasi bangsa di Bojonegoro ini untuk terus menguatkan kebersamaan gotong royong, toleransi dan tenggang rasa, karena masyarakat daerah menjadi bagian penting dan nyata dalam membangun bangsa,'' tandas dia mengakhiri paparannya.

(bj/zak/ds/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia