Rabu, 17 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Sosialisasi Empat Pilar di Bojonegoro

Warga Mengapresiasi dan Merespons Positif

07 Februari 2019, 21: 00: 20 WIB | editor : Amin Fauzie

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Bojonegoro

MENDAPAT APRESIASI: Didik Mukrianto, SH, MH, anggota MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ketika sosialisasi empat pilar MPR RI di Bojonegoro. (Zakki Tamami/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO-Didik Mukrianto, SH, MH, anggota MPR RI daru Fraksi Partai Demokrat daerah pemilihan Jatim IX (Tuban-Bojonegoro) kembali memberikan sosialisasi empat pilar MPR RI di hadapan warga Bojonegoro, Rabu (2/2). Sosialisasi tersebut terkait Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam kesempatan itu, anggota Komisi III DPR RI ini menyampaikan pentingnya memahami dan mengamalkan makna dalam empat pilar. Khususnya makna UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Disampaikan Didik, UUD 1945 adalah konstitusi negara sebagai landasan sumber hukum dari seluruh perundang-undangan di bawahnya.

''Setiap undang-undang dan peraturan lain tidak boleh bertentangan dengan konstitusi kita, yaitu UUD 1945. Itu adalah norma dasar. Setiap undang-undang yang dalam pembentukannya dianggap bertentangan dengan UUD 1945, bisa dibatalkan melalui yudivial review di Mahkamah Konstitusi (MK),'' tegas Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Rugby Union Indonesia (PB PRUI) itu.

Alasannya, lanjut Didik, karena UUD  1945 adalah norma dasar yang menjadi sumber hukum dalam pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Sebelum mengakhiri materi, sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini menekankan kepada para peserta yang hadir untuk lebih memahami makna luhur yang terkandung dalam empat pilar MPR RI.

Sebagai warga negara yang baik, kata Didik, harus ikut menjadi bagian dalam pembangunan serta menjaga negara ini. Salah satunya, dengan mengamalkan nilai-nilai empat pilar dalam kehidupan sehari-hari.
''Seandainya semua warga mampu mengamalkannya, niscaya persatuan negara ini tetap terjaga. Karena garda utama penjaga NKRI dan konstitusi berada di tangan saudara-saudara di daerah,'' kata dia mengakhiri materinya.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat apresiasi dan tanggapan positif dari warga. Basuki, salah satu peserta mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena menjadi sarana belajar serta  menambahkan wawasan kebangsaan. Juga, menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme terhadap bangsa.

''Kami berharap Mas Didik sering-sering mengadakan kegiatan seperti ini,'' ujar dia.

(bj/zak/ds/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia