Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Kilang Minyak Harus Disambut Positif

03 Februari 2019, 17: 35: 18 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

KUNJUNGAN KERJA : Presiden Joko Widodo didampingi Bupati Tuban Fathul Huda saat wawancara bersama awak media di Tuban, Jumat malam (1/2) lalu.

KUNJUNGAN KERJA : Presiden Joko Widodo didampingi Bupati Tuban Fathul Huda saat wawancara bersama awak media di Tuban, Jumat malam (1/2) lalu. (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN – Usai menghadiri acara Sarang Berdzikir di Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Rembang, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mampir di Tuban. Begitu sampai di salah satu restoran di Kecamatan Jenu Jumat (1/2) malam pukul 20.00, presiden Jokowi langsung makan malam bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Lucky Hermawan, Bupati Tuban Fathul Huda, dan Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono.

Usai santap malam, sekitar pukul 21.15 Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyalami sejumlah warga dan karyawan restoran yang meminta foto bersama. Setelah itu, Jokowi menanggapi permintaan wartawan untuk wawancara terkait kunjungannya ke Bumi Wali. Salah satunya terkait pendirian kilang minyak New Grass Root Refinery yang akan dibangun di Desa Sumurgeng dan Wadung, Kecamatan Jenu.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan pendirian kilang harus disambut positif. Sebab, nantinya warga Tuban dan sekitarnya yang akan menerima dampak positif pendirian kilang raksasa tersebut. Salah satunya, terbukanya lapangan pekerjaan. Sebab pendirian kilang tersebut akan membutuhkan puluhan ribu pekerja. ‘’Dengan adanya kilang, kita ingin investasi itu membuka lapangan sebanyak-banyaknya. Semua arah investasi untuk membuka lapangan pekerjaan,’’ kata mantan walikota Solo itu.

Jokowi mengaku sudah mendengar kabar adanya kontroversi warga terkait pendirian kilang minyak. Menurut dia, seluruh aspirasi terkait kilang minyak harus dibicarakan dengan Pemkab Tuban dan Pemprov Jawa Timur. Dengan demikian, diharapkan kilang bisa langsung berdiri dan masyarakat sekitar langsung menerima dampak positif proyek strategis nasional tersebut. ‘’Penetapan lokasi sudah dilakukan. Kalau ada yang tidak setuju silakan aspirasi disampaikan ke Pak Bupati dan Pak Gubernur,’’ tuturnya.

Presiden kelahiran Solo itu mengatakan pendirian kilang minyak raksasa di Tuban bukanlah satu-satunya proyek strategis nasional. Kilang di Tuban yang berdiri di atas lahan seluas 841 hektare itu akan melengkapi kilang milik negara yang juga akan didirikan di tempat lain seperti Balikpapan, Bontang, dan Balongan. ‘’Intinya kita ingin memiliki refinery, kilang minyak sendiri,’’ tegas Jokowi.

Usai wawancara singkat yang didampingi Bupati Tuban Fathul Huda tersebut, Jokowi langsung melanjutkan perjalanannya menuju Surabaya.

(bj/yud/wid/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia