Jumat, 21 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Tangkal Game Online Hidupkan Dolanan Lawas 

28 Januari 2019, 09: 40: 55 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

SIBUK: Para pengunjung sedang sibuk dengan aneka dolanan lawas. Permainan ini untuk menangkal game online. 

SIBUK: Para pengunjung sedang sibuk dengan aneka dolanan lawas. Permainan ini untuk menangkal game online.  (Bhagas Dani Purwoko/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

KAPAS – Pemandangan berbeda ketika berkunjung di salah sudut Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas. Tak terlihat anak-anak yang sibuk menekan atau mengusap gawainya. Melainkan terlihat anak-anak sedang sibuk bermain dolanan (permainan) lawas. Keringat mereka bercucuran, tawa mereka begitu lepas. Kekompakan pun tak terelakkan, meski sesekali ada gesekan, tapi lumrah.

Dolanan lawas itu di antaranya gobak sodor, egrang, dakon, lompat tali, petak umpet, benthik, dan masih banyak lagi. 

Indra, salah satu pengunjung yang ingin merasakan nostalgia dolanan lawas begitu bersemangat. Dia merasa bahwa suasana di masa lampau memang sulit untuk ditemukan di masa yang serba digital. 

(Bhagas Dani Purwoko/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

“Saya begitu menikmati segala permainan masa kecil saya, khususnya egrang yang kini sulit untuk saya mainkan, padahal dulu pas kecil saya bisa memainkannya, hehe,” tutur pria asal Kelurahan Jetak itu.

Kepala Desa Mojodeso Warsiman pun ikut menjelaskan bahwa desanya memang sedang mengonsep Kampung Dolanan. Sehingga, pengunjung yang datang di Desa Mojodeso memiliki sensasi yang berbeda. Setidaknya bisa berbaur dengan warga setempat, lalu main bersama. Ia juga prihatin apabila anak-anak sekarang tidak mengenal dolanan-dolanan lawas, karena itu ia galakkan kembali dolanan lawas itu.

“Sedih apabila melihat banyak anak kecil sekarang hanya sibuk bermain HP, kesannya terlalu individualis, berbeda ketika mereka main dolanan-dolanan lawas itu, pasti akan timbul rasa kerja sama dan gotong royong,” ujarnya.

Selain Kampung Dolanan, Warsiman juga menghidupkan Pasar Minggu di desanya dengan nama Sare Ngat. Ia terus berinovasi menarik banyak pengunjung dengan menjual nuansa nostalgia. Keunikan Sare Ngat ialah produk-produk yang dijual merupakan kuliner khas Jawa dan aneka kerajinan. Ketika pengunjung akan masuk Sare Ngat juga diarahkan untuk menukar uangnya dengan koin. 

“Jadi alat tukarnya di Sare Ngat itu koin, kalau semisal koinnya tidak habis, bisa ditukar lagi dengan uang asli,” pungkasnya.

(bj/gas/aam/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia