Minggu, 24 Mar 2019
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Jamur Janggel Kesulitan Pemasaran

23 Januari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

SEPI: Bisnis jamur janggel jagung mengalami penurunan. 

SEPI: Bisnis jamur janggel jagung mengalami penurunan.  (M. Mahfudz Muntaha/Jawa Pos Radar Blora)

BLORA - Pengusaha budi daya jamur janggel (bonggol, Red) jagung mengeluhkan sulitnya pemasaran. Belum lagi sejak satu tahun terakhir harga jamur janggel tak menguntungkan. Seperti di Desa Banjarejo, Kecamatan Banjerejo, yang sebelumnya banyak menggeluti usaha ini. Dari 125 kepala keluarga (KK) di Dusun Mojokulon, Desa Banjarejo, 70 persen mengikutinya. Namun kini tinggal 5 orang yang bertahan. 

Mohammad Aminudin, salah seorang perangkat Desa Banjarejo mengatakan, saat ini pengepul jamurnya hanya satu orang. Itupun harga jualnya terus menurun. Dari harga jual pertama Rp 25.000 per kilogram. Kemudian turun menjadi Rp 22.000 per kilogram, hingga Rp 20.000, dan menjadi  Rp 18.000 per kilogram. “Sekarang tinggal Rp 14.000 per kilogram, warga menilai tidak untung, lantas ditinggalkan,” jelasnya.

Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Banjarejo Sarpan yang juga budi daya jamur janggel mengatakan, budi daya jamur janggel di desanya sudah pernah diajukan ke pemerintah desa dan pernah mendapatkan pelatihan pembuatan makanan berbahan jamur janggel. Salah satunya membuat jamur crispy. Setelah dibuat ternyata tidak laku di pasaran. “Dicoba untuk membuat, tetapi tidak laku. Padahal per bungkus Rp 1.000. Ya akhirnya saya makan sendiri bersama anak-anak,” ujarnya.

(bj/fud/aam/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia