Selasa, 17 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features

Hasan Saifurrisal, Guru Matematika Sekaligus Ilustrator dan Penulis

oleh: Bhagas Dani Purwoko

18 Januari 2019, 17: 56: 29 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

KREATIF: Di sekolah, ia akrab disapa Ustad Risal. Ia tularkan ilmu matematika sekaligus dunia tulis-menulis kepada para santri.

KREATIF: Di sekolah, ia akrab disapa Ustad Risal. Ia tularkan ilmu matematika sekaligus dunia tulis-menulis kepada para santri. (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO - Awan hitam tebal mengiringi perjalanan menuju ke salah satu sekolah di Jalan Untung Suropati. Terdengar merdu suara azan Duhur dari masjid sekolah. Terlihat para santri bersiap-siap mengambil air wudu. Tak lama kemudian, seorang pemuda turun dari tangga menyambut wartawan koran ini. Namun karena sudah azan Duhur, ia bergegas menuju masjid.

Ketika menunaikan salat, hujan pun turun begitu deras. Dibarengi aroma hujan menenangkan. Pemuda bernama lengkap Ahmad Hasan Saifurrisal itu terkesan kalem. Obrolan mulai gayeng ketika ia memiliki latar belakang unik. Pemuda disapa Risal itu ternyata guru matematika di SMA Plus Ar-Rahmat. Padahal, di luar kesibukan mengajar, Risal aktif menggelorakan komunitas literasi, yakni Bojaksara dan juga seorang ilustrator. 

Selain mencintai sastra dan menggambar, Risal juga menikmati berbagi ilmu matematika kepada para santri. Dia menilai perjalanan hidupnya dihiasi keunikan. Ia terjerembab ikhlas menjadi guru matematika karena dulunya ketika masih SMA pernah menjadi juara 2 Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten. 

“Karena itulah, saya ambil jurusan pendidikan matematika di Universitas Negeri Malang,” tutur pria kelahiran 1994 itu.

Meski begitu, ketika SMA ia sudah mencintai ilustrasi dan sastra. Tapi kenyataannya dua dunia juga ia geluti itu belum bisa dibanggakan alias belum pernah sabet prestasi. Padahal saat SMA, Risal tergabung majalah sekolahnya. 

“Jadi, kalau saya ingin ambil jurusan berbau gambar atau sastra tentunya sulit dapat izin. Karena orang tua tahunya saya juara 2 OSN itu,” katanya. Risal tak pernah menyesalinya, karena matematika juga bisa diartikan sebagai seni.

Menurut dia, seni dalam matematika itu kompleks. Karena itu, inti dari matematika harus didalami dulu, baru kelak ada keindahan yang begitu harmonis. “Matematika juga seni, bukan momok menakutkan. Intinya harus paham dulu, jangan alergi,” ucap dia.

Tak jauh beda dengan menganalogikan matematika, dengan ilustrasi maupun karya tulis. Seni merangkai goresan pena dan seni merangkai kata-kata. 

Sosok Risal cukup produktif dan progresif. Puisi dan cerpen ia ciptakan berceceran di blog pribadinya. Lalu, karya ilustrasinya sudah banyak pemesannya. Tapi dia merasa semua itu masih berproses. 

Bersama Bojaksara, ia juga masuk dalam antologi puisi berjudul Sekembalinya Rindu pada Sang Empu pada akhir 2017 silam. Di awal 2019 ada dua cerpen karangannya masuk antologi cerpen berjudul Diskusi Rasa. “Dua cerpen itu berjudul Cerita dari Domba dan Orang Gila yang Sembahyang dan Eee,” kata pria asal Desa Mojoranu, Kecamatan Dander itu.

Proses kreatif Diskusi Rasa, Risal cukup mendominasi. Karena mulai dari ilustrasi buku, tata letak, dan desain ia garap sendiri. “Teman-teman tinggal bantu memasarkan,” tuturnya. 

Dia sangat menikmati ketika proses menggodok sebuah karya. Ada banyak masukan datang dan bisa dijadikan pengalaman di masa mendatang. 

Sisi unik lain bisa diambil dari sosok Risal ialah pemilihan aliran cerpen surealis sekaligus dipadupadankan dengan permainan kata-kata anagram. Ia tidak hanya mengajak membaca secara tekstual saja, namun juga secara kontekstual. 

“Saya bereksperimen dengan kata-kata anagram kelihatannya asyik kalau dimasukkan dalam cerpen,” tutur pria menyukai karya-karya Eka Kurniawan dan Budi Dharma itu.

Eksperimen ia buat belum berakhir. Di tempat ia mengajar, Risal menginisiasi lahirnya majalah Art Times. Majalah terbit tiap semester itu menggali potensi-potensi baru di kalagan pemuda. “Dunia literasi harus selalu diberi wadah, agar potensinya tidak hilang entah ke mana,” jelasnya.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia