Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Banyak Proyek Masih Dikerjakan

10 Januari 2019, 18: 33: 52 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

TUNTUT BAYAR PROYEK: Beberapa kontraktor ketika beraudiensi dengan Bupati dan beberapa kepala OPD di pendapa.

TUNTUT BAYAR PROYEK: Beberapa kontraktor ketika beraudiensi dengan Bupati dan beberapa kepala OPD di pendapa. (M. Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO - Selain persoalan gagal bayar sejumlah proyek, ternyata masih banyak pengerjaan infrastruktur belum selesai. Padahal, pengerjaan seharusnya selesai sebelum akhir Desember lalu. Hal ini yang menjadi perhatian kalangan DPRD Bojonegoro.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto menjelaskan, saat ini masih ada sejumlah proyek yang pengerjaannya belum tuntas. Padahal, sudah melewati batas pengerjaan. Hal itu tentunya juga berdampak buruk pada rekanan. “Mereka yang belum selesai ini harus ada punishment (hukuman),” katanya Rabu (9/1).

Sukur melanjutkan, polemik gagal bayar sejumlah proyek salah satunya juga disebabkan masalah itu. Karena itu, dia berharap pemkab memverifikasi para rekanan. Mana proyek yang sudah diselesaikan, juga proyek masih dikerjakan. 

“Ini harus dibedakan jika pemkab sudah menemukan titik terang pembayaran,” ujar politikus Partai Demokrat itu. 

Dia menilai, keterlambatan pengerjaan proyek itu karena beberapa hal. Di antaranya, jadwal pengerjaan tidak sesuai kontrak. Misalnya, kontrak dimulai September baru dimulai Oktober. Sehingga, pengerjaan akan terhambat. Hal itu biasanya disebabkan dana. 

“Biasanya rekanan baru mencari dana kalau sudah kontrak pengerjaan. Proses pengajuan pendanaan itu biasanya berlangsung lama,” jelasnya.

Selain itu, keterlambatan biasanya juga dipicu material tidak ada. Misalnya, pengerjaan gorong-gorong, duitnya tidak tersedia. Jika demikian, biasanya rekanan hanya menunggu sampai pesanan datang. “Harusnya ada perjanjian antara penyedia dan pelaksanaan. Jika terjadi keterlambatan bisa menutut secara hukum,” tegas dia.

Mengenai gagal bayar dipermasalahkan sejumlah rekanan, Sukur menilai masalah itu susah diselesaikan dalam waktu dekat. Namun, mereka akan tetap dibayar. “Biasanya di APBD Perubahan,” jelasnya.

Menurut dia, memang ada opsi lain untuk melakukan pembayaran. Yakni dengan menggeser sejumlah proyek tahun lalu ke tahun ini. Proyek tahun ini dihilangkan. Namun, itu hanya bisa dilakukan jika hanya beberapa kegiatan saja. Namun, nilai proyek ini cukup banyak. Ada ratusan paket dengan nilai ratusan miliar. “Kalau sebanyak itu kayaknya tidak bisa,” ucap dia.

(bj/cho/zim/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia