Rabu, 19 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Penarikan Sekdes PNS Kian Dekat

10 Januari 2019, 18: 30: 52 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Ilustrasi

Ilustrasi (Ainur Ochiem/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat dan Desa (PMD) Faisol Ahmadi menjelaskan, penarikan sekdes PNS akan segera dilakukan. Namun, pihaknya memilih mengkajinya terlebih dulu. 

“Tadi (kemarin) kami memberikan mereka pemahaman terkait hal itu,” katanya.

Faisol menjelaskan, penarikan sekdes PNS sebenarnya sudah lama direncanakan. Namun, urung dilakukan karena sebelumnya masih menganggap menarik sekdes PNS ke organisasi perangkat daerah (OPD) belum mendesak.

Namun, saat ini kondisinya berbeda. “Kebutuhan PNS tahun ini cukup tinggi,” tegas Faisol.

Menurut Faisol, pemkab membutuhkan banyak PNS. Sebab, dari ratusan PNS yang pensiun setiap tahunnya belum ada sama sekali gantinya. Rekrutmen CPNS baru-baru ini dilakukan tidak memberikan banyak hasil. Sebab, formasi yang diterima Bojonegoro tidak banyak. 

“Dari situ ada opsi untuk mengembalikan mereka ke OPD,” tegas dia.

Pengembalian sekdes PNS tersebut harus dikaji dulu. Sehingga, tidak menimbulkan masalah. Jika mereka ditarik, ada ratusan desa yang kehilangan sekdes. Ini juga harus dicarikan solusi terlebih dulu. 

Sebelumnya, pemkab memang pernah menarik sekdes PNS ke OPD. Namun, itu dilakukan jika ada usulan dari kepala desa (kades). Hal itu biasanya dilandasi karena ada permasalahan antara sekdes dan kades. 

Namun, saat ini pemkab bakal menariknya secara serempak. “Kapan itu yang belum bisa dijawab. Yang pasti segera,” ucap pria yang juga menjabat kabag hukum pemkab.

Ketua Forum Sekdes Seluruh Indonesia (Forsekdesi) Joko Suhono berharap para sekdes PNS diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi mengenai rencana itu. “Kami ingin memberikan masukan,” jelasnya.

Menurut dia, tidak semua sekdes PNS usianya muda. Ada yang usianya di atas 50 tahun. Artinya, mereka akan segera pensiun. “Jika yang usia tua itu ditarik, itu bisa tidak efektif,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Belum lagi, lanjut dia, sekdes PNS berusia lanjut itu rumahnya jauh. Jika ditarik ke OPD yang letaknya di kawasan perkotaan, maka bisa memberatkan. “Kinerja mereka juga tidak bakal bagus. Kalau saran kami ya yang ditarik yang muda-muda,” ujar dia.

(bj/ai/zim/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia