Selasa, 26 Mar 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Razia Tempat Karaoke, Hasil Tes Urine Negatif 

31 Desember 2018, 13: 27: 57 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

NEGATIF: Razia di tempat karaoke dilakukan tes urine. Mereka yang dites urine adalah pemandu karaoke dan pengunjung.

NEGATIF: Razia di tempat karaoke dilakukan tes urine. Mereka yang dites urine adalah pemandu karaoke dan pengunjung. (M. Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Sebanyak 40 orang dari tiga tempat karaoke dites urine oleh jajaran Satreskoba Polres Bojonegoro pada Sabtu (29/12) lalu, namun hasilnya negatif. Adapun 40 orang itu terdiri atas pengunjung dan pemandu karaoke. 

Selain dilakukan tes urine, petugas juga melakukan penggeledahan barang bawaan mereka, pun tak ditemukan narkoba.

Kasat Reskoba Polres Bojonegoro AKP Bambang Ady Tenggani menerangkan, sebenarnya razia narkoba tersebut akan menyasar enam tempat hiburan malam atau karaoke. Namun, razia yang dimulai pukul 22.00 pada Sabtu lalu itu hanya mampu merazia tiga tempat karaoke saja. 

“Kami lakukan razia narkoba di Centro, Pazia, dan Getz. Kami juga hendak ke Damai, Cheers, dan Adelia, namun sudah tutup karena sudah lewat pukul 00.00,” tuturnya.

Saat lakukan razia di Centro, petugas memeriksa 14 orang yang terdiri atas pengunjung dan pemandu karaoke. Lalu, di Pazia juga memeriksa sebanyak 14 orang dan selanjutnya di Getz memeriksa 12 orang. 

Dia menuturkan, saat razia dilakukan tes urine, namun hasil dari tiga tempat karaoke itu tidak ada yang positif. “Totalnya 40 orang yang kami tes urine dan hasilnya semua negatif,” ujarnya.

Bersama lebih dari 20 personel, jajarannya juga melakukan penggeledahan barang bawaan, namun juga tidak ditemukan barang berupa narkoba.

Dia menambahkan bahwa giat tersebut dilakukan sebagai langkah untuk menciptakan lingkungan kondusif dengan cara merazia apabila ada penyalahgunaan narkoba. Sehingga, perayaan malam Tahun Baru bisa berlangsung aman. 

Sementara itu, Bambang juga mengimbau agar masyarakat jangan pernah bersinggungan dengan narkoba. Sebab, narkoba hanya merusak masa depan. 

Berdasarkan data dari Polres Bojonegoro, selama 2018 Sat Reskoba telah mengungkap 36 perkara penyalahgunaan narkoba. Bambang mengatakan, semua perkara itu masih pengguna dan tersangkanya rata-rata usia di bawah 30 tahun. 

“36 perkara itu pengguna dan mereka rata-rata memperoleh narkoba dari luar Bojonegoro,” pungkasnya.

(bj/cho/gas/aam/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia