Selasa, 23 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Tiga Atap SDN 2 Growok Ambruk

21 Desember 2018, 12: 58: 16 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

RUANG BELAJAR BERANTAKAN: Tiga ruangan SDN 2 Growok yang rusak setelah atapnya ambruk.

RUANG BELAJAR BERANTAKAN: Tiga ruangan SDN 2 Growok yang rusak setelah atapnya ambruk. (M. Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO - Sekitar 40 siswa kelas III, IV, dan V, SDN 2 Desa Growok, Kecamatan Dander, terancam tak bisa belajar di ruang kelasnya. Hal ini karena tiga ruang kelas SDN tersebut rusak setelah atapnya ambruk. Beruntung, kejadian terjadi Rabu (19/12) malam itu ketika para siswa-siswi liburan semester. Selanjutnya, para siswa akan kembali bersekolah awal Januari mendatang. Atap ambruk di SDN tersebut setelah dilanda hujan disertai angin.

Kermanto, 48, penjaga SDN 2 Growok mengatakan, malam kejadian itu, dia berada di dalam rumah yang tidak jauh dari lokasi kejadian. “Tiba-tiba terdengar suara bruk yang begitu keras,” ujarnya ketika ditemui Kamis (20/12).

Dia mengatakan, sebelum kejadian sudah ada tanda-tanda. Sekitar pukul 09.00 terdengar suara krutuk-krutuk dari ruang kelas tersebut. Tapi, dia tidak mengira jika atap plafon ruang kelas akan ambruk. 

RUANG BELAJAR BERANTAKAN: Tiga ruangan SDN 2 Growok yang rusak setelah atapnya ambruk.

RUANG BELAJAR BERANTAKAN: Tiga ruangan SDN 2 Growok yang rusak setelah atapnya ambruk. (M. Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

“Untung, kejadian ini terjadi pada waktu libur dan malam hari. Saya tidak bisa membayangkan jika kejadian ini terjadi pada waktu masuk sekolah,” keluhnya.

Informasi dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Bojonegoro, saat kejadian hujan tidak begitu deras. Namun, sebelumnya terjadi hujan disertai angin. Ada juga warga yang mengatakan, bangunan SDN 2 Growok dibangun Februari 2013 itu, atapnya sudah rapuh. 

Hingga kemarin (20/12), reruntuhan atap yang ambruk masih berserakan. Serpihan genteng, potongan kayu, terlihat semrawut. Namun, tembok-tembok ruang kelas yang rusak itu, masih kokoh. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia mengatakan, meskipun kerusakannya akibat bencana, kita juga harus melihat sarana dan prasarana yang rusak. “Fungsi BPBD adalah koordinasi. Jadi kita akan mengoordinasikan dengan dinas teknik, agar selanjutnya ditindaklanjuti,” ujarnya. 

Dia mengimbau, musim hujan bencana perlu diwaspadai adalah banjir, longsor, dan angin. “Untuk itu masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak dapat ditimbulkan seperti banjir, puting beliung, pohon tumbang, dan jalan licin,” ucapnya. (rza/)

(bj/*/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia