Rabu, 21 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features

Uswatun Khasanah, Produktif Terbitkan Tiga Buku

oleh: Ahmad Farid

21 Desember 2018, 12: 46: 57 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Uswatun Khasanah, Produktif Terbitkan Tiga Buku

Uswatun Khasanah, Produktif Terbitkan Tiga Buku (Ahmad Farid/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO - Pernah mengalami masa sedih terkait asmara, tak membuat Uswatun Khasanah putus asa. Dia berupaya bangkit dan mengubah kegalauan menjadi tiga karya buku. Cuaca terik saat perempuan berjilbab menyambut dengan hangat. Di rumahnya berdinding anyaman bambu, dia bercerita kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro terkait aktivitas dia geluti. Yakni, seputar dua buku dan puluhan karya tulisannya. 

Uswatun Khasanah mengaku menggeluti dunia menulis sejak SMA. Awalnya dia tertarik mengikuti lomba. Merasa nyaman, lulusan pendidikan dan bahasa sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Surabaya itu melanjutkannya di tingkat kuliah.

Di sinilah instingnya sebagai penulis produktif terbentuk. Puncaknya semester tiga. Saat itu, gadis 23 tahun itu mengikuti berbagai lomba tingkat nasional. Dan dari lomba dia ikuti itu, menyabet juara. Dari situ, dia terbersit menerbitkan kumpulan tulisannya menjadi buku.

“Awalnya aku tidak ada keinginan untuk terjun di dunia menulis. Karena sering ikut lomba dan akhirnya menang, akhirnya punya inisiatif membukukan tulisan,” ucap dia.

Buku pertamanya berjudul Merawat Luka. Di situ tertulis sehimpun cerita seputar problematika sosial. Di bagian awal ada tulisan berjudul Aku Mengawini Celana. Yakni, cerita seksual yang dianggap tabu.

“Itu aku memosisikan sebagai perempuan aktivis muslim. Aku berusaha mengangkat cerita tabu di buku itu,” kata Uswah sapaannya.

Sedang, di buku kedua dikerjakan bersama. Dia mengajak tiga temannya, Tara Ulya, Hidung Merah, dan Varobby, berkolaborasi untuk menghasilkan buku. Judulnya Sajak Rindu. Di buku ini, Uswah, sapaannya, seakan menjiwai karakter tulisannya. Yang sedih, melankolis, dan romantis.

Sedangkan, buku ketiganya direncanakan terbit akhir tahun ini. Dia lebih memusatkan pada catatan kesedihan. Dia merujuk pada salah satu penulis nasional. “Di buku yang ketiga itu semacam buku berisi curhat. Seperti Boy Candra yang mellow, Senja Hujan dan Cerita yang Tak Pernah Usai,” jelasnya.

Selama menulis, Uswah mengaku tidak memiliki kiat khusus. Asal ada waktu senggang. Dan dia terbebas dari tugas utamanya mengajar, dia akan menulis. Dia tidak membutuhkan peralatan muluk-muluk. Hanya butuh ponsel berisi fitur note atau catatan.

Selama ini alasan utama dia tetap menulis adalah menenangkan. Menurut dia, hanya dengan menulis, bisa mencurahkan apa yang menggumpal di kepala. Selain itu juga melegakan. Ke depan, dia berharap bisa makin produktif lagi. Dia berambisi bisa menerbitkan banyak buku. 

“Yang jelas ke depan aku ingin menerbitkan satu buku tiap tahun. Aku ingin mencetak sejarah,” ucapnya tersenyum.

(bj/*/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia