Jumat, 15 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Terganggu Aktivitasnya, Warga Nekat Lintas Jembatan Ambrol 

17 Desember 2018, 09: 05: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

TERPUTUS : Kondisi jembatan di Desa Bareng yang rusak karena diterjang arus deras. 

TERPUTUS : Kondisi jembatan di Desa Bareng yang rusak karena diterjang arus deras.  (Muhdany Yusuf/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO – Warga Desa Bareng dan Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, harus bersabar. Sebab, jembatan untuk akses antar desa ini terputus. Diperkirakan sebanyak 50 kepala keluarga (KK) tak bisa melintasinya. Persisnya jembatan itu sebagai penghubung Dusun Jepon, RT 16, Desa Bareng. 

Jawa Pos Radar Bojonegoro melakukan pemantauan di lokasi Minggu (16/12). Data di lapangan menyebutkan jembatan itu ambrol karena derasnya aliran sungai kerikil. Sehingga, tercatat kurang lebih ada 50 KK dan 35 rumah terisolasi.

Jembatan beralaskan anyaman bambu dan berfondasi semen itu ambrol di aliran air yang bersumber dari Sungai Ringinanom. 

Terlihat beberapa warga sedang mengamati kondisi serta mencari solusi dari jembatan yang belum berumur dua bulan itu. Terlebih, mereka juga bersiap untuk membantu jika ada warga yang hendak melintas. Tak sekali dua kali mereka juga menyeberangkan motor warga yang hendak melintas.

Kepala Desa Bareng Rudi Hartono mengatakan, kejadian berawal saat magrib Sabtu (15/12). Warga sekitar yang sedang menunaikan salat berjamaah mendengar suara retakan dari jembatan tersebut.

“Selesai beribadah, warga segera menuju sumber suara, dan ternyata jembatan sudah ambrol. Untungnya tidak ada orang yang sedang melintas,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian.  

Menurutnya, selain karena hujan deras, fondasi jembatan yang terbuat dari semen itu melemah atau keropos. Sehingga sekali diterjang aliran sungai yang deras, fondasi pun patah.

“Sambil menunggu jawaban dari dinas terkait, rencananya besok (hari ini) kita akan kerja bakti untuk membersihkan sekaligus membuat jembatan sementara di sebelahnya,” tambah Camat Ngasem Mahmudin.

Lanjut dia, meskipun tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka, jembatan ini jelas berdampak pada aktivitas warga sekitar.

“Untungnya anak-anak sekolah sudah libur. Tapi hal ini membuat laju perekonomian warga jadi terganggu. Karena di seberang sana merupakan area persawahan warga,” tuturnya. 

Kapolsek Ngasem AKP Dumas Barutu membenarkan, jembatan di Dusun Jepon, Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, ambrol akibat diterjang arus deras. Dia mengatakan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa tersebut. Saat ini, jembatan tersebut juga sudah dipasang garis polisi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

“Sebab meski sudah ambrol, masih banyak warga nekat melintasi jembatan tersebut menggunakan sepeda motor. Tadi anggota kami juga sempat membantu menyeberangkannya bersama warga setempat,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan bahwa panjang jembatan yang ambrol tersebut 25 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 8 meter. Adapun tiang penyangga jembatan terbuat dari cor, bantalan jembatan dari besi, sedangkan lantai jembatan terbuat dari anyaman bambu (gedheg). 

Dia menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dan Kecamatan Ngasem untuk mengupayakan perbaikan jembatan tersebut. “Perbaikan jembatan masih kami koordinasikan,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia mengatakan, telah menerima laporan tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bojonegoro juga segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan asesmen. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan dinas terkait untuk mengupayakan perbaikan jembatan yang putus tersebut. “Segera kami koordinasikan dengan dinas terkait,” pungkasnya. (dny/)

(bj/*/gas/aam/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia