Selasa, 10 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features

Cerita Saumita Ngesti Rahmadanti Sehari Bersama Gubernur Jateng

oleh: M. Mahfudz

17 Desember 2018, 09: 00: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BERSAMA : Saumita Ngesti Rahmadanti saat bersama Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu.

BERSAMA : Saumita Ngesti Rahmadanti saat bersama Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu. (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BLORA - Tidak semua siswa SMA bisa mengikuti keseharian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kesempatan langka itu bisa didapatkan oleh Saumita Ngesti Rahmadanti. Dia bisa mengikuti kegiatan gubernur selama satu hari. Bahkan mengetahui kebiasaan gubernur.

Masih tampak gurat kelelahan di wajah Saumita Ngesti Rahmadanti, dia baru saja pulang dari Semarang Jawa Tengah. Maklum saja, gadis berumur 17 tahun ini sangat aktif di dunia organisasi, khusunya di OSIS. 

Belum lagi pada Kamis (13/12) dia mendapatkan kesematan yang sangat langka. Dia baru saja mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa. Dia bisa mengikuti keseharian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selama satu hari penuh. 

Baginya itu adalah pengalaman paling berharga. “Itu bagi saya sangat membanggakan. Dan menjadi sejarah bagi hidup saja,” ujar gadis kelas XI SMAN 1 Blora itu.

Dari banyak masyarakat Blora hanya bisa melihat Ganjar, sapaan akrab Gubernur Ganjar Pranowo, dia dan empat siswa lain dari Jawa Tenga bisa bertatap muka langsung dengan gubernur dua periode yang baru terpilih pada 2018 ini. Bahkan selama perjalanan sehari itu dia bisa berbincang-bincang dengan Ganjar. 

Bahkan meminta solusi langsung ke Gubernur terkait permasalahan di Jawa Tengah. Seperti selama perjalanan mereka diajak didalam satu mobil dengan Ganjar. “Sepanjang perjalanan kami saling sharing masalah yang ada di Jawa Tengah, khususnya masalah pemuda dan diberi solusi oleh gubernur langsung,” ujarnya dengan bangga.

Selama kegiatan ini Danti, sapaannya, mengaku tidak menyangka bisa mengikuti pelaksanaan ini. Sebelum mengikuti satu hari bersama Ganjar, di beberapa kabupaten dilakukan seleksi yang dilakukan oleh Jateng Leadership Projek 2018 dan forum OSIS Jateng. Dalam seleksi itu banyak sekali siswa dan organisasi kepemudaan yang ingin mengikuti satu hari bersama Ganjar. 

Dalam pelaksanaan itu pihaknya harus mengirimkan artikel dan video tentang penaggulangan radikalisme dan hoaks. “Judul artikel dan vidio saya, peran pemuda menghadapi radikalisme dan hoaks,” ujarnya.

Dengan karyanya ini akhirnya dirinya bisa lolos dan menjadi salah satu siswa yang bisa mewakili Blora untuk bersama Ganjar. “Saya bangga bisa mewakili almamater di Blora,” imbuhnya.

Selama satu hari bersama gubernur itu dirinya diajak melakukan kegiatan dari pagi hingga malam. Seperti diajak menghadiri sosialisasi produk ekonomi dalam tahun politik. Lalu diajak ke rumah gubernur dan kemudian juga diajak mengikuti proses wawancara dengan salah satu TV swasta nasioanal. 

Kemudian, diajak ke kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Jawa Tengah untuk bertemu dengan admin media sosial (medsos) dinkominfo, juga diajak ke Solo melewati jalan tol trans Jawa. Bahkan diajak turun dari mobil untuk mengecek langsung kondisi jalan trans Jawa itu. 

“Jadi di sana kami melihat gubernur itu seperti tidak punya lelah, kami siswa yang sudah merasa lelah, tapi Pak Ganjar masih biasa saja,” imbuhnya.

Jadi selama satu hari itu dia melihat seperti apa keseharian seorang gubernur. Salah satunya dia bisa tau kalau setiap hari gubernur itu mendapatkan 200 undangan per hari, tetapi yang disetujui hanya beberapa. Dia bisa melihat sendiri jadwalnya super padat tetapi gubernur tetap semringah dan tidak terlihat lelah. 

“Aktivitas Pak Ganjar dari subuh hingga larut malam. Bahkan setiap Jumat beliau pagi-pagi sekali menyempatkan sepeda santai di tengah jadwalnya yang setiap hari padat,” ujarnya antusias.

Bahkan selama dia dalam kegiatan dia berbincang langsung dengan Ganjar, dia melihat sendiri selama perjalanan gubenur berambut putih itu suka sekali bermain medsos. 

Menurutnya, Ganjar orangnya sangat milenial, dia selalu menganjurkan anak-anak muda untuk cerdas bermedia sosial. 

“Pada saat itu beliau mengatakan kepada kami, penggunaan digital lebih ditekankan untuk mengontrol situasi dan kondisi masyarakat,” ujarnya.

Gadis ini mengaku semua wejangan yang diberikan oleh gubernur itu akan selalu dia ingat.

(bj/fud/aam/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia