Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Hendak Urus E-KTP, Bus Hantam Tiga Siswa, Satu Tewas

15 Desember 2018, 09: 50: 38 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Ilustrasi

Ilustrasi (Ainur Ochiem/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO - Seorang siswi tewas setelah dihantam bus Dali Prima nopol S 7495 UA, Jumat pagi (14/12). Dua siswa lainnya selamat dari kecelakaan di Jalan Bojonegoro-Babat, persisnya di depan Balai Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo. Korban tewas di tempat kejadian perkara (TKP), yakni Arum Mayangsari, 16. Sedangkan, dua lainnya mengalami luka-luka. Yakni, Alfan Rozak Sandiana, 17, dan Ahmad Faisal Akbar, 12. Tiga siswa dari Desa Nglumber, Kecamatan Kepohbaru, ini berboncengan mengendarai Beat nopol S 5123 DY. 

Informasi di lokasi kejadian, tiga anak ini mengendarai motor dan berboncengan dari timur. Dari arah berlawan melaju bus Dali Prima dikemudikan Muhammad Adenan, 49. Bus melaju kencang dan berusaha menyalip mobil penumpang umum (MPU). 

Bus mengambil haluan ke kanan hingga melebihi batas jalan. Melihat bus melaju kencang, Alfan Rozak berusaha banting setir motornya ke kiri jalan. Sehingga, dia dan Ahmad Faisal Akbar terjatuh ke kiri. 

Nahas, Arum Mayangsari terjatuh ke kanan jalan. Karena jarak sangat dekat, Arum Mayangsari dihantam bus hingga tewas di TKP. Sopir bus turun melihat kondisi korban yang tewas. Sopir asal Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, ini terlebih dahulu membawa penumpang ke perempatan Medalem untuk dioper dengan bus lainnya. Bergegas sopir bus kembali ke lokasi kecelakaan. Warga di lokasi kejadian membawa korban selamat ke Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Desa Talun. 

Yuniasih, bidan poskesdes mengatakan, kedua korban selamat hanya luka ringan. Sedangkan, Arum Mayangsari yang tewas dibawa petugas kepolisian ke kamar jenazah RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo. 

M. Ichwan Fanany, 22, salah satu saksi mengatakan, dari tiga korban, hanya pengendara yang memakai helm. Sedangkan, dua pembonceng tidak memakai helm. Korban rencananya mengurus pembuatan e-KTP di Kecamatan Kota.

“Korban tewas seorang pelajar sudah dibawa ke RSUD Bojonegoro,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Mat Suiswanto. 

Kejadian pukul 06.00 itu, menambah daftar kecelakaan dengan korban usia 16-30 tahun. Berdasar data satlantas, Januari sampai November 2018, jumlah kecelakaan 862 kejadian. 

Yang memprihatinkan korban laka lantas usia 16-30 tahun semakin memuncaki daftar tertinggi. Yakni, 423 orang. (din/dny/)

(bj/*/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia