Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Masuk Musim Hujan, DBD Renggut Dua Nyawa

Jumat, 09 Nov 2018 09:20 | editor : Ebiet A. Mubarok

DBD

DBD (google.com)

BOJONEGORO - Kerawanan penyakit demam berdarah dengue (DBD) meningkat seiring memasuki musim hujan. Awal November ini, sudah ada dua penderita DBD yang meninggal dunia. Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Totok Ismanto mengatakan, awal November ini sudah ada dua penderita DBD yang meninggal dunia dari total 289 kasus. 

“Dan, sejak Januari hingga Oktober sudah enam penderita DBD meninggal dunia. Tambah dua lagi awal November ini. Jadi totalnya sudah delapan orang,” katanya.

Menurut dia, kasus DBD memang perlu diperhatikan gejala-gejalanya. Sejauh ini, rata-rata penyebabnya pasien DBD meninggal dunia karena terlambat ke rumah sakit. Tanda-tanda demam kerap dianggap remeh. 

“Batas demam kalau sudah mencapai 3 sampai 4 hari, sebaiknya segera diperiksakan ke puskesmas, dokter, atau rumah sakit,” tegasnya. 

Nantinya, apabila ada saran uji laboratorium, seharusnya segera dilaksanakan. “Karena biasanya habis periksa di bidan atau puskesmas, disuruh uji laboratorium tidak diindahkan. Padahal, pengujian itu penting untuk mendiagnosa,” ucap dia.

Menurut dia, para penderita DBD didominasi anak-anak usia 1 sampai 10 tahun. Penyebab lain tak kalah krusial, yakni asupan nutrisi ketika sakit DBD kurang. Dia mengimbau agar ketika ada orang terserang penyakit DBD, sebaiknya harus diisi dengan banyak nutrisi guna melawan virusnya. 

Apabila dibiarkan makan dan minum seadanya tentu bisa berakibat fatal. “Asupan nutrisi ketika terserang DBD itu penting karena tubuh butuh tenaga untuk melawan virus dari gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut,” tuturnya.

Kewaspadaan tidak hanya dilakukan oleh dinkes, namun juga seluruh masyarakat. Agar penyebaran penyakit DBD semakin menurun. “Kami pun masih menunggu laporan observasi daerah mana saja yang tingkat kerawanannya tinggi penyebaran DBD. Nantinya laporan itu kami tindak lanjuti dan melakukan fogging (pengasapan),” jelasnya.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia