Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Agar Lolos, CPNS Harus Bisa Lampui Passing Grade

Jumat, 09 Nov 2018 09:10 | editor : Ebiet A. Mubarok

cpns

cpns (google.com)

BOJONEGORO - Peserta CPNS dituntut lebih teliti terkait passing grade agar bisa lolos tahap berikutnya. Sebab, jika hasil tes SKD, ternyata nilainya di bawah ambang batas atau passing grade, bisa gagal. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro Zainuddin mengatakan, passing grade sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN dan RB) Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018. 

Sehingga, para CPNS dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya apabila sesuai dengan passing grade. Namun, tiap formasi CPNS passing grade-nya berbeda-beda. Jika lolos, peserta CPNS bisa mengikuti tahap berikutnya, yakni tes seleksi kompetensi bidang (SKB).

Tiga aspek tes SKD, yakni tes intelejensi umum (TIU), tes wawasan kebangsaan (TWK), dan tes karakteristik pribadi (TKP). CPNS Bojonegoro hanya dua jenis formasi, yakni jalur umum dan cum laude (dengan pujian). 

Syarat passing grade jalur umum harus lolos tiap aspek tes SKD. Sedangkan, yang cum laude nilai kumulatif tes SKD. “Jalur umum harus dapat nilai TKP minimal 143 poin, nilai TIU minimal 80 poin, dan nilai TWK minimal 75 poin. Sedangkan, jalur cum laude nilai kumulatif minimal 298 poin dan nilai TIU minimal 85 poin,” jelasnya. 

Sementara itu, Condro Guritno salah satu peserta tes SKD mengaku sudah persiapan matang. Dia dapat jadwal tes besok, sesi tiga. Dia pun berharap bisa mengerjakan dengan lancar. Karena tahun lalu dia sudah pernah ikut tes CPNS, namun gagal pada tahap akhir. 

“Berusaha tenang mengerjakan, tidak buru-buru. Lebih teliti ketika membaca soal terutama soal-soal logika matematika,” ujar lelaki asal Desa Pacul, Kecamatan Kota ini. 

Dia sering belajar mengerjakan tes-tes SKD melalui buku maupun aplikasi di smartphone. “Kalau pengalaman tahun lalu, saya mengerjakan yang saya bisa dulu. Jadi jangan terpaku pada soal sulit karena waktunya sedikit,” ujarnya.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia