Kamis, 15 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Takut Ditolak, Imunisasi Difteri Gandeng MUI

Rabu, 07 Nov 2018 09:30 | editor : Ebiet A. Mubarok

dfiteri

dfiteri

BOJONEGORO - Sejumlah instansi dilibatkan untuk mengantisipasi penolakan imunisasi difteri. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Kementerian Agama (Kemenag), dan dinas pendidikan. 

Sebab, imuniasi difteri putaran dua lalu, sempat ada penolakan di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander. Tapi, akhirnya bisa teratasi setelah diberikan penyuluhan bersama MUI setempat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bojonegoro Totok Ismanto mengatakan, imunisasi difteri sudah tahap tiga dan terakhir. Imunisasi difteri itu menindaklanjuti status kejadian luar biasa (KLB) di Jawa Timur. 

Dia mengatakan, capaiannya sudah 10,96 persen. “Imunisasi difteri tahap tiga ini mulai November hingga Desember,” ujarnya.

Menurut dia, proses koordinasi dengan sekolah-sekolah tidak mengalami kendala. Targetnya 316.558 anak usia 1 tahun hingga kurang 19 tahun. Karena imunisasi difteri diperlukan, sebab penyakit tersebut juga menular dan bisa membunuh penderitanya.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia