Kamis, 15 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Dikawal Satker, Hari Ini Pedagang Dipindah ke Dalam Pasar

Selasa, 06 Nov 2018 16:24 | editor : Ebiet A. Mubarok

SESUAI RENCANA: Bupati Anna Muawanah menyalami para pedagang pasar tumpah Pasar Kota ketika bertemu di pendapa pemkab, kemarin. Rencananya hari ini pedagang dipindah ke dalam pasar.

SESUAI RENCANA: Bupati Anna Muawanah menyalami para pedagang pasar tumpah Pasar Kota ketika bertemu di pendapa pemkab, kemarin. Rencananya hari ini pedagang dipindah ke dalam pasar. (M. Nurcholish/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO - Nasib pedagang tumpah di Pasar Kota Bojonegoro ditentukan hari ini (6/11). Pemkab Bojonegoro tetap kukuh memindah pedagang pasar tumpah. Sedangkan, pedagang juga tidak mau pindah ke lokasi yang disiapkan. 

Pedagang pun kemarin (5/11) mendatangi pendapa Pemkab Bojonegoro. Di pendapa mereka ditemui Bupati Anna Muawanah dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Sekaligus berlanjut pertemuan antara pedagang dan pejabat pemkab. Namun, pertemuan belum menghasilkan kesepakatan. 

“Ibu Bupati sudah menyatakan semuanya dilaksanakan sesuai aturan. Jadi, besok (hari ini, Red) kita akan melakukan penataan,” kata Kepala Satpol PP Gunawan kepada para pedagang.

Dia menuturkan, pemkab sudah menyiapkan berbagai sarana agar pedagang bisa berjualan nyaman. Baik kebersihan maupun keamanan. Semuanya akan ditangung oleh pemkab. “Besok (hari ini) saya dan sejumlah satker (satuan kerja) lainnya akan mendampingi Bapak Ibu sekalian untuk menentukan lokasi baru,” jelasnya.

Pemkab, menurut Gunawan, sudah menyiapkan desain lokasi beserta ukurannya. Pedagang yang mendaftar akan diberikan lokasi sudah disiapkan. Karena itu, dia meminta sebagian besar pedagang segera mendaftar. “Besok jam 14.00 kita akan bersama-sama menata lokasinya,” jelasnya.

Sementara itu, rencananya pemindahan pedagang meluber di jalan raya sekitar pasar dilakukan hari ini pukul 14.00. “Kami tetap tidak mau pindah. Lokasi yang ada di dalam kami rasa tidak layak,” ucap Yanto, salah satu perwakilan pedagang. 

Selain itu, pemindahan lokasi di dalam pasar juga berisiko. Yaitu, risiko berbenturan dengan pemilik stan pasar. Sebab, dalam pemindahan itu mereka sama sekali tidak dilibatkan. “Kami minta solusinya,” ujar Yanto.

Ketua Paguyuban Pedagang Mukayan mengatakan, para pedagang sudah berjualan di kawasan itu sejak puluhan tahun. Selama ini tidak pernah ada yang mengusik. Pemkab juga memberikan keleluasaan berjualan di kawasan itu. 

Namun, tiba-tiba kok berubah. “Apa beda pemimpin yang dulu dengan sekarang,” ujar Mukayan. 

(bj/zim/rij/cho/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia