Kamis, 15 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Didik Mukrianto, SH, MH, Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Bojonegoro

Senin, 29 Oct 2018 17:58 | editor : Ebiet A. Mubarok

PENCERAHAN: Didik Mukrianto, SH, MH sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Bojonegoro, Sabtu (27/10)

PENCERAHAN: Didik Mukrianto, SH, MH sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Bojonegoro, Sabtu (27/10) (Istimewa/Jawa Pos Radar Tuban)

BOJONEGORO - Didik Mukrianto, SH., MH,  anggota MPR RI rutin meng­gelar sosialisasi 4 Pilar MPR RI di daerah pemilihan Jatim IX (Bojonegoro-Tuban). Sabtu  (27/10), kegiatan yang berlangsung di Bojonegoro dihadiri pemuda dan pemudi dari daerah setempat.  

Didik menjelaskan,  sosialisasi 4 Pi­lar MPR RI merupakan salah satu program MPR RI sebagaimana amanat undang-undang. 

Perlu diketahui, 4 Pilar MPR  meru­pakan nilai-nilai kebangsaan, Panca­sila sebagai ideologi dan dasar ne­gara. UUD 1945 sebagai konstitusi negara, bhinneka tunggal ika sebagai semboyan negara, dan NKRI sebagai bentuk negara. ‘’Keempat pilar ini tidak boleh sekadar dihapalkan, namun harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,’’ kata dia.

Implemantasi makna empat pilar tersebut, menurut Didik, dimulai dari diri kalian. 

Dikatakan dia, jika sebagai generasi muda tidak mampu menjaga, meng­hargai kesatuan dan menghormati perbedaan, dapat dipastikan han­curlah bangsa ini,’’ tegas anggota Komisi III DPR RI ini.

Di bagian lain, Didik memberikan contoh penerapan keempat pilar dalam kehidupan sehari-hari.   Pan­casila, misalnya. Sila pertama dapat diaplikasikan dengan menjalankan perintah agama yang dianut. Sebagai wujud bhinneka tunggal ika, penganut agama apa pun harus saling menghormati satu sama lain. 

Ketua Umum Persatuan Rugby Union Indonesia (PB PRUI) ini juga mengingatkan kebhinekaan masya­rakat Indonesia  terbukti menjadi kekuatan yang mampu memper­satukan. Perbedaan, kata dia, harus dijaga agar negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) tetap utuh dan tidak terpecah-belah. Didik juga meng­ingatkan kepada pemuda-pemudi yang hadir untuk menghargai per­bedaan pendapat. Semua lapisan ma­syarakat bebas berpendapat, tapi bertanggung jawab. 

‘’Kita sebagai generasi penerus bangsa harus selalu menjaga keutuhan NKRI dengan menge­de­pankan toleransi dan tenggang rasa terhadap semua perbedaan. Lebih terbuka menerima masukan dari orang lain agar kita bisa menjadi generasi yang cerdas dan mampu menghasilkan karya nyata bagi bangsa ini,’’ tegas dia di akhir sosialisasi.

(bj/*/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia