Kamis, 15 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Temukan Emas hingga Uang Kuno

Rabu, 17 Oct 2018 05:00 | editor : Ebiet A. Mubarok

MENYELAM: Para pria sedang mencari emas di bawah jembatan Kaliketek.

MENYELAM: Para pria sedang mencari emas di bawah jembatan Kaliketek. (M. Nurcholish/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO - Mendulang emas. Itulah yang dilakukan sekitar 30 orang di bawah Jembatan Kaliketek Selasa (16/10). Memakai kacamata renang dan membawa ban. Puluhan lelaki itu bergantian menyelam. 

Terik matahari tak menyurutkan para pencari emas menyelam di dasar Sungai Bengawan Solo ini. Hasilnya ternyata menyenangkan. Tak hanya emas, mereka juga menemukan benda-benda berharga lainnya.

Seperti kemarin, ada yang menemukan pedang zaman kolonial masa Jepang atau Belanda. Serta, mata tombak zaman kerajaan. Sebelumnya, ada yang menemukan emas. Juga, barang berharga lainnya seperti kuningan, besi tua, uang kuno. Ada juga yang menemukan mortir. 

Menurut Mad, 42, salah satu penambang ditemui di bawah Jembatan Kaliketek mengatakan, aktivitas penambang emas ini pindah-pindah. Tergantung lokasi yang dianggap terdapat emas dan barang berharga lainnya.

Para pencari barang berharga di dasar Bengawan Solo ini dari berbagai daerah. Ada yang berasal dari Kecamatan Ngasem. Ada juga dari Kecamatan Singgahan dan Kecamatan Parengan, Tuban. 

Dalam melakukan pencarian, mereka membentuk kelompok-kelompok. Setiap kelompoknya, sedikitnya empat orang. Hasil yang didapat juga dikumpulkan dan dibagi setelah dijual. Aktivitas itu sudah berlangsung sejak dua minggu terakhir. Sejumlah warga mengaku mendapatkan biji emas dari mendulang. Itu mengundang warga lain untuk melakukan hal yang sama. 

Kasi Perbaikan Jalan UPT Perbaikan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi di Bojonegoro Purwanto mengatakan, aktivitas warga tersebut dibolehkan. Sebab, tidak membahayakan fondasi jembatan. “Selama tidak memakai mesin, tidak apa-apa,” katanya kemarin (16/10).

Purwanto mengatakan, saat ini Jembatan Kaliketek tengah proses perbaikan tiang. Itu dilakukan karena tiang jembatan bagian bawah tergerus air sungai. Tergerusnya dipicu penambangan pasir. “Kalau menambang pasir memang tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Purwanto menjelaskan, perbaikan jembatan itu tidak sampai mengalihkan arus lalu lintas (lalin). Arus lalin masih berlangsung seperti biasanya. “Perbaikan tidak sampai menghambat lalu lintas karena pekerjaannya ringan,” jelasnya.

(bj/cho/zim/rij/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia