Sabtu, 15 Dec 2018
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

1.555 Santri Ponpes Bejagung Goyang Dayung

Kamis, 27 Sep 2018 11:36 | editor : Ebiet A. Mubarok

ENERGIK: Instruktur Wipriyanto saat memimpin Senam Goyang Dayung yang viral setelah diperagakan Presiden RI Joko Widodo.

ENERGIK: Instruktur Wipriyanto saat memimpin Senam Goyang Dayung yang viral setelah diperagakan Presiden RI Joko Widodo. (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

TUBAN – Asian Games 2018 Jakarta – Palembang sudah berakhir pada 2 September lalu. Namun, semangat dan kebanggaan masyarakat atas raihan prestasi atlet Indonesia masih terus dirasakan. 

Untuk kembali mengenang kesuksesan para atlet tanah air dalam pergelaran olahraga terbesar se-Asia tersebut, kemarin (26/9) giliran ribuan santri Ponpes Sunan Bejagung, Kecamatan Semanding yang kembali mem-viralkan Goyang Dayung khas Asian Games tersebut.

Goyang unik yang viral setelah ditampilkan Presiden RI Joko Widodo pada opening ceremony Asian Games pada Agustus lalu itu diikuti 1.555 santriwan dan santriwati. Tak hanya itu. Seluruh ustad, ustadah, dan segenap staf serta karyawan menunjukkan semangatnya dalam goyang dayung yang dipimpin instruktur profesional. Mereka terlihat bersemangat senam dengan iringan  theme song Asian Games 2018 Meraih Bintang yang dinyanyikan Via Vallen.

PEMANDANGAN DARI ATAS: Suasana flash mob di Ponpes Sunan Bejagung saat diambil dengan menggunakan drone.

PEMANDANGAN DARI ATAS: Suasana flash mob di Ponpes Sunan Bejagung saat diambil dengan menggunakan drone. (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

Pengasuh Ponpes Sunan Bejagung KH Abdul Matin mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk kembali mengenang prestasi para atlet dan putra terbaik tanah air dalam pergelaran Asian Games. Semangat kompetisi bertagline Energy of Asia itu benar-benar dirasakan segenap elemen masyarakat. Melalui acara flash mob tersebut dia berharap semangat berprestasi para atlet bisa ditiru para santrinya. ‘’Kami ada agenda senam rutin tiap Jumat untuk membangkitkan semangat berprestasi olahraga di lingkup pondok,’’ ungkapnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tuban ini menegaskan, prestasi di bidang nonakademik seperti olahraga yang mengharumkan nama bangsa patut diapresiasi setingggi-tingginya. Tujuannya, agar muncul bibit-bibit atlet yang mengukir prestasi di tanah air. 

Dikatakan Kiai Matin, prestasi membanggakan dari para atlet tanah air juga dirasakan santri dan pengasuh di lingkup pondoknya. ‘’Semoga prestasi bangsa terutama di bidang olahraga terus meningkat, Asian Games berikutnya harus masuk dua besar,’’ harap dia.

Wakil ketua rois syuriah PWNU Jatim ini juga mendukung prestasi bangsa melalui putra-putri terbaiknya. Selain melalui kegiatan senam masal, ke depan para santri juga lebih digiatkan untuk mengukir prestasi olahraga. ‘’Kami tiap Jumat rutin kegiatan olahraga, termasuk senam ini juga masuk jadwal rutin,’’ ujar  ulama sepuh tersebut.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia