Jumat, 19 Oct 2018
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Ribuan Warga Joget Asian Games

Senin, 17 Sep 2018 17:54 | editor : Fa Fidhi Asnan

olahraga

KOMPAK: Ratusan warga Tuban kemarin (16/9) mengikuti senam dan goyang dayung Asian Games 2019 di Jalan Sunan Kalijaga. (Yudha Satria Aditama/Radar Bojonegoro)

TUBAN – Ada pemandangan berbeda di Jalan Sunan Kalijaga Tuban kemarin (16/9) pagi. Biasanya tiap akhir pekan, warga berdatangan di kompleks GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban untuk menikmati car free day (CFD) dengan jalan-jalan atau olahraga sekadarnya. Kali ini berbeda. Ratusan warga memenuhi jalan protokol tersebut, mulai timur bundaran patung hingga depan pintu gerbang GOR untuk joget masal Asian Games.

Asian Games 2018 Jakarta – Palembang memang sudah ditutup 2 September lalu. Namun, semangat pergelaran olahraga terbesar se-Asia tersebut masih dirasakan warga Bumi Wali. Semangat acara ber-tagline Energy of Asia itu menarik sekitar seribu warga untuk joget dayung atau goyang yang viral karena diperagakan Presiden RI Joko Widodo pada opening ceremonial Asian Games Agustus lalu. Berbagai elemen masyarakat kompak goyang selama 30 menit dengan iringan lagu Meraih Bintang yang dinyayikan Via Vallen. Lagu tersebut diputar berulang kali.

Acara yang dimotori atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tuban dan sejumlah komunitas itu bertujuan untuk kembali menggaungkan semangat berolahraga. Dengan prestasi Indonesia yang menduduki peringkat empat Asian Games 2018 itu menjadi bukti bahwa kemampuan atlet tanah air tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Dengan demikian, diharapkan muncul bibit-bibit atlet baru yang mampu mengharumkan nama bangsa pada kompetisi dunia.

Anis, salah satu instruktur senam dan goyang mengatakan, acara tersebut merupakan inisiatif masyarakat dan para atlet. Berikutnya sejumlah instruktur senam dan tari di Tuban mendukung acara dengan menciptakan gerakan goyang dayung Asian Games tersebut. Begitu diminta untuk menjadi instruktur, wanita pemilik salah satu sanggar tari dan senam di Tuban ini langsung menyambut antusias. ‘’Kegiatan senam atau goyang masal dengan ribuan masyarakat seperti ini seharusnya rutin tiap pekan, tidak hanya sekali dua kali saja,’’ kata dia.

(bj/yud/ds/faa/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia