Kamis, 15 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial
Didik M Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

Jaga Persatuan-Kesatuan Demi Mewujudkan Masyarakat Sejahtera

Sabtu, 15 Sep 2018 07:00 | editor : Ebiet A. Mubarok

SOSIALISASI DI BOJONEGORO:  Anggota MPR RI Didik Mukrianto, SH, MH ketika sosialisasi empat pilar MPR RI di Bojonegoro. 

SOSIALISASI DI BOJONEGORO:  Anggota MPR RI Didik Mukrianto, SH, MH ketika sosialisasi empat pilar MPR RI di Bojonegoro.  (Istimewa/Jawa Pos Radar Tuban)

BOJONEGORO - Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Didik Mukrianto, SH., MH mengajak masyarakat di daerah pemilihannya Jatim IX untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan, memaknai Bhinneka Tunggal Ika demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini diungkapkan di hadapan masyarakat yang hadir saat menggelar sosialisasi empat pilar MPR RI di Bojonegoro, Kamis (13/9).

Di hadapan ratusan peserta yang hadir, anggota komisi hukum DPR RI ini mengungkapkan, bangsa Indonesia yang memiliki banyak etnis, suku, agama, budaya di dalamnya dikenal sebagai bangsa majemuk.  

Di sisi lain, masyarakat Indonesia juga dikenal sebagai masyarakat multikultural, masyarakat yang memiliki latar belakang budaya (cultural background) beragam. Dan, membangun masyarakat multikultural, selain berperan meningkatkan mutu bangsa agar dapat duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain. 

Pendidikan juga berperan memberi perekat antarberbagai perbedaan di antara komunitas kultural atau kelompok masyarakat yang memiliki latar belakang budaya berbeda-beda. 

Tujuannya, untuk lebih meningkat komitmennya dalam berbangsa dan bernegara. ''Bhinneka Tunggal Ika yang berarti bangsa yang berbeda-beda tetapi tetap satu. Kata satu berarti utuh dan tak terpecah. Walaupun Bangsa Indonesia ini terdiri dari berbagai macam suku, ras, dan bahasa, tetapi kita memiliki satu bahasa, yakni bahasa Indonesia,'' kata  sekretaris Fraksi Partai Demokrat ini.

Didik juga mengatakan, kita memiliki satu tujuan, yakni menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera serta tetap terjaganya keutuhan NKRI. 

Untuk menjaga kesatuan NKRI  dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara, lanjut dia, kita juga berpedoman pada nilai-nilai dan norma-norma Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 

''Sebagai masyarakat yang menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman hidup, kita harus menekan ego kita,'' tegas dia. 

Penerapannya, jika bertemu dengan orang yang berbeda pendapat dengan kita, menurut Didik, kita harus toleran dengan semua perbedaan itu. Jika itu terwujud, maka masyarakat akan hidup tenteram, sejahtera, dan bahagia.

(bj/zak/ds/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia