Jumat, 21 Sep 2018
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Kapolres Apresiasi Formula Pendeteksi Narkoba

Minggu, 09 Sep 2018 16:54 | editor : Fa Fidhi Asnan

pendidikan

BERI APRESIASI: Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono melihat dari dekat proses pembuatan formula Sipenator ciptaan siswa dan guru SMKN Rengel. (YUDHA SATRIA ADITAMA/Jawapos Radar Tuban)

TUBAN – Formula pendeteksi narkoba yang diciptakan dua siswa SMKN Rengel Ghufron dan Salsa bersama gurunya, mendapat apresiasi dari Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono. Kemarin (7/9) orang nomor satu di Polres Tuban itu mendatangi sekolah setempat untuk memberikan dukungan moral sekaligus material agar kedua siswa tersebut mampu berkompetisi mengharumkan nama Jawa Timur pada kompetisi Parade Cinta Tanah Air (PCTA) nasional 17-18 September mendatang.

Begitu tiba di sekolah, Nanang langsung diterima di ruang kepala sekolah untuk mendapat penjelasan seputar selayang pandang sekolah. Selanjutnya, perwira kelahiran Bojonegoro ini menuju laboratorium IPA untuk melihat proses pembuatan formula pendeteksi narkoba dan alat Sipenator ciptaan dua siswa berprestasi tersebut. Turut hadir Kasatreskoba Polres Tuban AKP I Made Patera bersama forkopimka setempat. Nanang mengatakan, inovasi dan kreasi siswa sekecil apa pun patut diapresiasi.

Tujuannya, memotivasi siswa agar terus memunculkan ide-ide baru yang memajukan bangsa. Dalam kunjungannya, perwira jebolan Akpol 2000 itu menjanjikan bonus Rp 10 juta jika pasangan siswa yang menemukan berhasil meraih juara dalam kompetisi PCTA nasional pekan depan. ‘’Kalau butuh bantuan transportasi dan akomodasi selama kompetisi, kami akan memfasilitasi,’’ tegas dia.

Jika duo siswa tersebut berhasil meraih juara, Nanang juga berjanji siap memfasilitasi jika keduanya ingin menjadi polisi. Fasilitas yang disiapkan adalah pelatihan psikotes, fisik, dan pendampingan selama pendaftaran. Semuanya gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Hal itu sebagai wujud apresiasi terhadap penemuan yang membantu memudahkan tugas kepolisian. ‘’Melalui program Polres Peduli, kami akan terus memotivasi anak didik yang berinovasi,’’ ungkapnya.

Mantan kasubdit III ditreskrimum Polda Jateng ini juga mengkritik sejumlah kekurangan temuan tersebut. Antara lain, racikan formula tidak dipergunakan dalam skala besar. Perbandingan antara zat dari buah naga dan kunyit seharusnya tidak lagi 1 banding 1, namun harus ditambah agar bisa digunakan untuk makanan atau minuman mengadung narkotika dengan kadar yang lebih banyak. ‘’Kalau presentasi jangan grogi, harus yakin dan berani,’’ kata Nanang memberi masukan.(yud/ds)  

(bj/yud/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia