Jumat, 21 Sep 2018
radarbojonegoro
icon-featured
Peristiwa

Disdik Berharap Bocah Pemerkosa Tetap Sekolah

Minggu, 09 Sep 2018 12:26 | editor : Fa Fidhi Asnan

ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

TUBAN –  Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban memberikan atensi khusus terhadap siswa kelas VI salah satu SDN di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding yang memperkosa seorang perawan tua yang masih tetangganya. Dia berinisial DNP.

Plt Kepala Disdik Tuban Nur Khamid  kepada Jawa Pos Radar Tuban mengimbau kepada sekolah agar tidak mengeluarkan anak didik tersebut hingga kasusnya berkekuatan hukum tetap (inkracht). ‘’Kalaupun harus ditahan, saya harap bisa masuk penjara anak agar masih bisa mendapatkan hak pendidikan,’’ ujar dia yang sangat menyayangkan peristiwa tersebut.

Khamid, panggilan akrabnya mengatakan, drop out bukan solusi untuk menyelesaikan problem tersebut. Menurut mantan kepala SMAN 1 Soko ini, siswa yang melanggar hukum sudah sepatutnya mendapat hukuman. Namun, hukuman yang dijalani tidak harus memutus pendidikan sang anak. Sebab, jika yang bersangkutan dikeluarkan dari sekolah, tentu akan membuat anak tersebut kian liar dan lebih berbahaya di masyarakat. ‘’Kami (disdik, Red) kan lembaga pendidikan, bukan lembaga penghukum,’’ tegas Khamid. 

Pria yang juga sekretaris disdik setempat ini lebih lanjut mengatakan, pendidikan anak yang paling utama datang dari keluarga. Keluarga, menurut dia, mempunyai peran yang sangat penting dalam pembentukan perilaku anak didik. Dan, sekolah hanya sebagai sarana penunjang peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang memberikan pendidik eksternal.Dia kemudian mencontohkan kebijakan sekolah yang melarang siswa membawa ponsel ke sekolah. ''Percuma jika di rumah, keluarga justru memfasilitasi ponsel,’’ ujar Khamid.

Karena kejadian pemerkosaan tersebut di luar jam sekolah, kata dia, pihak sekolah tidak berkewajiban untuk ikut campur dalam urusan tersebut. Hanya saja, pihaknya akan berupaya mendampingi agar yang bersangkutan tidak mendapat tekanan mental. Untuk proses hukum, Khamid menyerahkan sepenuhnya ke aparat hukum.

Untuk mengetahui kejadian yang detail dan sesungguhnya, lanjut Khamid, dalam waktu dekat, disdik  berencana mendatangi sekolah dan rumah DNP.

Untuk mengantisipasi agar kasus tersebut tidak kembali terulang, Khamid menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah untuk menguatkan program pembentukan karakter melalui  pendidikan agama. Menurut dia, pondasi ilmu keagamaan akan menjadi tameng siswa. Sebab, selama ini penguatan pendidikan keagamaan di SD masih minim.  ‘’Program keagamaan harus diperkuat agar batin dan mental anak terbentuk,’’ tegas pria yang juga ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Tuban itu.

Diberitakan sebelumnya, DNP ini dilaporkan ke polisi karena diduga memperkosa perempuan dewasa yang masih kerabat dan tetanggannya sendiri. Dia berinisial WST, 41, perawan tua warga Dusun Jarum, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding.Kasus tersebut Rabu (5/9) lalu ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tuban setelah dilimpahkan Polsek Semanding.

Data yang dihimpun wartawan koran ini menyebutkan, kejadian bermula saat pelaku menonton video porno di ponselnya Kamis (30/8) sekitar pukul 21.00. Tak kuat menahan syahwat, anak di bawah umur ini menuju rumah WST. Rumah korban hanya berjarak selemparan batu dari rumah pelaku. Karena rumah tidak terkunci, DNP langsung masuk dan mendapati korban tidur di kamar. Sepinya rumah WST kian membangkitkan hasrat birahi pelaku untuk menyetubuhi wanita yang usianya 27 tahun lebih tua itu.

Begitu mendekati tempat tidurnya, wanita paro baya tersebut langsung meneriaki DNP. Diteriaki, pelaku bukannya takut. Dia malah kesetanan dan mengancam akan membunuh korban jika berteriak dan melawan. WST yang tidak berdaya akhirnya menyerahkan kehormatannya kepada bocah ingusan yang pantas menjadi anaknya tersebut.

(bj/yud/ds/faa/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia