Jumat, 21 Sep 2018
radarbojonegoro
icon featured
Berita Daerah

Kuota Blangko E-KTP Ditambah 300 Per Hari

Kamis, 02 Aug 2018 20:19 | editor : Ebiet A. Mubarok

MENUNGGU: Warga antre menunggu proses pembuatan e-KTP di Kantor Disdukcapil Bojonegoro. Saat ini, ada penambahan blangko bagi warga yang mengurus e-KTP. 

MENUNGGU: Warga antre menunggu proses pembuatan e-KTP di Kantor Disdukcapil Bojonegoro. Saat ini, ada penambahan blangko bagi warga yang mengurus e-KTP.  (M. Nurcholish/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Tersendatnya pencetakan e-KTP Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bojonegoro akibat kuota dari Kemendagri yang terbatas masih belum tuntas. Namun, ada tambahan 1.000 blangko e-KTP kamis (1/8), sehingga kuotanya pun ditambah 60 keping menjadi 260 keping per hari, kemudian besok (hari ini, Red) akan ditambah 100 keping menjadi 300 keping per hari.

Sekretaris Disdukcapil Bojonegoro Otto Satyagraha menerangkan bahwa saat dirinya mengambil blangko e-KTP secara langsung ke Jakarta, memang hanya dijatah 1.000 keping per kabupaten/kota oleh Kemendagri. “Hanya diberi 1.000 keping,” ujarnya. Sehingga, secara jumlah tentu masih kurang, mengingat jumlah surat keterangan (suket) yang belum tercetak sebanyak 20 ribu.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Bojonegoro Tedjo Sukmono mengungkapkan, bahwa adanya tambahan 1.000 keping blangko e-KTP dapat dimanfaatkan untuk menambah batasan kuota per hari. “Saat ini (kemarin, Red) sudah ditambah 60 keping jadi 260 keping per hari, besoknya (hari ini, Red) tambah 100 keping jadi 300 keping per hari,” tuturnya. 

Pria yang juga menjabat sebagai staf ahli bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan tersebut juga menambahkan akan segera melakukan permintaan tambahan blangko e-KTP lagi. “Kebetulan saya di Jakarta, ada rapat bersama Kominfo, jadi saya akan minta tambahan lagi, biar pelayanan bisa lancar,” ujarnya. Adapun kekurangan blangko e-KTP ini belum bisa diprediksi kapan selesainya, bahkan pihak Kemendagri belum bisa menjawab ihwal tersebut. “Semoga bisa dapat tambahan blangko e-KTP lagi,” jelasnya.

Sementara itu, selain pengurusan e-KTP, pengurusan kartu keluarga (KK) di Disdukcapil Bojonegoro juga kerap dikeluhkan oleh masyarakat karena memakan waktu minimal tujuh hari. Tedjo mengatakan, bahwa salah satu alasan pengurusan KK tidak bisa cepat karena harus dibubuhi tanda tangan basah, tidak seperti dulu menggunakan sistem scanning. “Di Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan sudah mengatur hal tersebut,” terangnya. Apalagi per hari lebih dari 200 orang mengurus KK, sehingga harus antre untuk menunggu ditandatangani olehnya.

(bj/cho/gas/nas/bet/JPR)

Rekomendasi Untuk Anda

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia