Jumat, 19 Oct 2018
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Jangan Sedih Masuk PTS

Rabu, 01 Aug 2018 19:42 | editor : Ebiet A. Mubarok

Novita Henykolopita

Novita Henykolopita (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

SHE - Novita Henykolopita selalu percaya bahwa tidak ada sesuatu datang secara cuma-cuma tanpa ada usaha, doa, dan restu orang tua. Perjuangkan yang diinginkan, kemudian rencanakan, targetkan, lakukan, apabila memang belum dapat, cobalah ulang dari awal dengan penuh rasa semangat. “Kalau sekolah kan kita dapat pelajaran dulu baru ujian, kalau dalam hidup kan harus hadapi ujian dulu baru bisa memetik pelajaran dari situ,” kata gadis asal Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno itu.

Salah satu pengalaman yang tidak mengenakkan ialah gagal masuk perguruan tinggi negeri (PTN) favoritnya. Jadi, saat itu dia sempat bingung ketika tidak lulus seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), maupun jalur mandiri.  “Saya sedih dan merasa putus asa, tapi alhamdulillah orang tua saya selalu membimbing dan menyemangati,” tuturnya.  

Hingga pada akhirnya, gadis yang akrab disapa Novita itu disuruh daftar ke perguruan tinggi swasta (PTS). Akhirnya, dia pun diterima di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jurusan ilmu dan teknologi pangan yang passing grade-nya tinggi pada 2014 silam.  

Seiringnya waktu berjalan, dia selalu bersyukur dan merasa ketika digagalkan masuk PTN untuk dapat hal yang lebih baik menurut Allah swt.  Ketika dia di UMM, juga banyak belajar tentang agama, jadi tidak hanya pelajaran saja.  “Saya sekarang sadar, hal-hal terbaik telah digariskan, jangan pernah berhenti untuk mengupayakan,  apabila gagal jangan berkecil hati, karena kegagalan datangnya bersamaan dengan kesuksesan,” jelas gadis kelahiran 1996 itu. 

Jadi, dia sarankan kepada adik-adik gagal masuk PTN, harus tetap semangat. “PTS bukan masalah, yang penting berkualitas dan pilihlah yang berakreditasi.  Jangan minder, jangan merasa kalian enggak pintar, cuma Allah belum kasih yang terbaik,” katanya.

Saat ini, Novita menikmati masa-masanya mencari kerja setelah lulus kuliah dengan olahraga, karena apabila badan sehat, kita akan produktif. Selain itu, dia juga suka membaca bacaan-bacaan seperti majalah, koran yang inspiratif maupun kreatif. Tapi, dia sangat berharap bisa berkontribusi di Bojonegoro.

(bj/gas/nas/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia