Jumat, 19 Oct 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Kuota Blangko E-KTP Terbatas, Warga Antre Kecele

Rabu, 01 Aug 2018 19:29 | editor : Ebiet A. Mubarok

DIBATASI: Warga antre blangko e-KTP di kantor disdukcapil. Banyak warga yang kecewa karena blangko e-KTP kuotanya dibatasi. 

DIBATASI: Warga antre blangko e-KTP di kantor disdukcapil. Banyak warga yang kecewa karena blangko e-KTP kuotanya dibatasi.  (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Raut wajah Dani Bagus, 25, warga Keluruhan tiba-tiba berubah menjadi kecewa ketika map warna kuningnya gagal diantrekan di meja pelayanan e-KTP Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bojonegoro karena petugas bilang kuotanya sudah habis. Padahal jarum jam baru menujukkan pukul 09.50 selasa(31/7). Akhirnya dia keluar dan memutuskan melanjutkan aktivitasnya.

Ketika dikonfirmasi, pria akrab disapa Dani itu cukup kecewa karena masih terbilang pagi kok sudah tidak bisa mengurus e-KTP. Sehingga, dia pun pasrah saja dan rencananya akan kembali lagi Rabu (1/8). “Yah mau bagaimana lagi mas, kalau saya enggak ngurus e-KTP kan juga enggak akan tahu kalau sekarang dibatasi kuota pembuatan e-KTP-nya,” ujarnya. Dani disarankan petugas untuk kembali lagi pas kantor baru buka, yakni sekitar pukul 07.30. “Besok (hari ini) balik lagi aja, mas,” katanya.

Agus Budi, 35,  juga harus pulang karena kehabisan kuota blangko. Warga Kecamatan Balen tersebut kecewa ketika gagal untuk mengurus KTP kemarin. “Kecewa mas, tapi ngikut saja,” ujarnya. Setidaknya, imbuh dia, bisa beri kabar ke tetangga kalau harus datang pagi bisa dapat kuota.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Bojonegoro Tedjo Sukmono menerangkan, bahwa memang distribusi blangko e-KTP dari pusat sedang seret. Biasanya sekali kirim sekitar 20 ribu blangko, namun sejak pekan lalu hanya seribu blangko. “Karena itu, kami batasi kuotanya per hari sebanyak 200 blangko,” tuturnya. Sejak Senin (30/7) lalu, Tedjo juga menjelaskan bahwa Sekretaris Disdukcapil Bojonegoro Otto Satyagraha sedang di Jakarta untuk mengambil blangko e-KTP. “Tapi kebagian blangko berapa itu kami belum bisa memastikan,” tuturnya.

Dia menerangkan bahwa akibat dibatasinya kuota pengurusan e-KTP, banyak warga yang sudah berbondong-bondong antre di depan kantor disdukcapil sejak pukul 06.00. Biasanya di atas pukul 09.00 sudah habis kuotanya, sehingga harus kembali lagi keesokan harinya. “Tapi pengurusannya satu hari jadi, mungkin akan memakan waktu sekitar 1,5 jam ketika sudah antre,” katanya. Tetapi juga ada pengecualian bagi warga yang memang benar-benar urgen, jadi tetap akan diproses. “Seperti untuk mengklaim asuransi, daftar TNI, daftar caleg, dan sejenisnya bisa kami layani berdasarkan seberapa terdesaknya terhadap pembuatan e-KTP baru tersebut,” terangnya.

Adapun sisa blangko e-KTP di Kantor Disdukcapil Bojonegoro sebanyak 3.000 blangko. Padahal, jumlah surat keterangan (suket) yang belum diurus menjadi e-KTP masih ada sebanyak 22 ribu. “Masalahnya hanya memang karena kurang lancarnya distribusi blangko e-KTP, kalau distribusi lancar ya pasti pelayanan juga lancar,” jelasnya. Adapun target untuk menuntaskan 22 ribu suket tersebut tahun ini.

(bj/gas/nas/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia