Jumat, 21 Sep 2018
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Tangis Haru Warnai Pemberangkatan Haji

Rabu, 01 Aug 2018 05:10 | editor : Ebiet A. Mubarok

SEMOGA MENJADI HAJI MABRUR : Tangis haru keluarga dan sanak kerabat saat prosesi pelepasan jamaah haji asal Tuban di Pendapa Krida Manunggal, kemarin pagi.

SEMOGA MENJADI HAJI MABRUR : Tangis haru keluarga dan sanak kerabat saat prosesi pelepasan jamaah haji asal Tuban di Pendapa Krida Manunggal, kemarin pagi. (Canggih Putranto/Jawa Pos Radar Tuban)

TUBAN – Tangis haru keluarga dan sanak kerabat mengiringi pemberangkatan 1.009 calon jamaah haji (CJH) asal Tuban di Pendapa Krida Manunggal selasa (31/7) pagi. Ditandai dengan lantunan kalimah talbiyah, seluruh CJH yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 42, 43, dan 44 itu resmi dilepas oleh bupati Fathul Huda. Lambaian tangan para pengantar yang menyemut di sepanjang jalan RM. Soeryo menjadi salam pelepasan dalam memenuhi panggilan Allah ke Tanah Suci.

Kasi Haji dan Umroh Kemenag Tuban Umi Kulsum menyampaikan, seluruh CJH asal Tuban dalam kondisi sehat dan siap berangkat. ‘’Alhamdulillah, semua jamaah dalam kondisi sehat,’’ tuturnya sekaligus memastikan tadi malam seluruh CJH asal Bumi Wali sudah berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES).

Disampaikan Umi, sesuai jadwal CJH yang tergabung dalam kloter 42 bakal tiba di Tanah Suci hari ini pukul 07.15 waktu Arab Saudi. Satu jam kemudian disusul kloter 43 yang dijadwalkan landing di Bandara King Abdul Aziz. ‘’Untuk penerbangannya (dari Bandara Juanda Surabaya, Red) sama. Baik kloter 42 maupun 43 dijadwalkan take off pukul 00.30 nanti (dinihari tadi, Red),’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Sedangkan CJH yang tergabung dalam kloter 44, lanjut Umi, baru dijadwalkan terbang nanti malam pukul 19.00. Sebagaimana diketahui, kloter 44 merupakan kloter penggabungan dengan jamaah dari Surabaya dan Bojonegoro. Selama menunggu proses pemberangkatan dari Bandara Juanda, para jamaah akan mendapat pembinaan lanjutan dari petugas haji yang mendampingi selama di AHES.

Pada bagian lain Umi menyampaikan, pada tahun ini CJH tertua asal Tuban berusia 80 tahun. Yakni, atas nama Abi Sakyo, asal Desa Wadung, Kecamatan Soko. Abi Sakyo berangkat bersama istrinya. Sedangkan jamaah termuda berusia 18 tahun, Madina Hafatir Roihah. ‘’Dia berangkat bersama orang tuanya,’’ jelas perempuan yang juga ketua Fatayat NU Tuban itu.

Sementara itu, berdasar qur’ah atau pengundian maktab, kloter 42 menempati pemondokan di Mahbas Jin. Sedangkan kloter 43 menempati maktab di Misfalah. Jarak kedua maktab ini hanya sekitar 1,9 kilometer (km) dari Masjidil Haram. Sementara itu, CJH yang masuk dalam kloter 44 menempati maktab di Raudloh yang berjarak sekitar 3 km. Secara umum, maktab yang diterima CJH asal Tuban terbilang cukup dekat. Utamanya yang menempati maktab Mahbas Jin dan Misfalah. Kedua maktab ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

(bj/tok/can/wid/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia