Jumat, 19 Oct 2018
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial
Advertorial

Infl asi Terkendali, Bojonegoro Diganjar Penghargaan Presiden

Senin, 30 Jul 2018 07:00 | editor : Fa Fidhi Asnan

adv

PENGHARGAAN PRESIDEN : Wakil Bojonegoro terima penghargaan presiden tentang pengendalian infl as (istimewa/Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO - Presiden RI Jokowi memberi penghargaan kepada Kabupaten Bojonegoro di Istana Negara pada Kamis (26/7) lalu. Sebab Kota Ledre itu masuk 5 besar nasional kabupaten yang berhasil mengendalikan dan menstabilkan harga pangan dan harga barang konsumtif. Salah satunya Bojonegoro.

“Kita masuk 5 besar kabupaten yang mampu mengendalikan infl asi secara nasional,” kata Kabag Perekonomian Pemkab Bojonegoro Rahmat Junaidi minggu (29/7). Rahmat mengatakan, meski bukan terbaik, Bojonegoro mampu menjadi 5 besar kabupaten yang berhasil mengendalikan infl asi, sehingga diganjar penghargaan presiden. Tentu saja, itu apresiasi positif.

“Sebab, di tengah infl asi yang terjadi di seluruh Indonesia, Bojonegoro mampu mengendalikannya,” tutur dia. Akhir Juli ini, harga bahan pangan (volatil food) menjadi masalah di seluruh Indonesia. Termasuk di Bojonegoro. Sejumlah komoditi harganya meningkat, dan berdampak infl asi di daerah. Terbukti harga telur dan daging ayam meningkat. Bahkan, kini cabai juga ikut meningkat.

“Namun Bojonegoro masih mampu menstabilkannya,” tukas Rahmat. Selain mampu kendalikan infl asi, lanjut dia, Bojonegoro menjadi contoh klaster penyangga dan penghasil padi sangat baik. Dari peran 9 Bumdes di Kecamatan Kanor misalnya, semua saling bekerja sama.

Yakni, gabungan Bumdes Wahana Karya berasal dari 9 desa diantaranya: Desa Sonorejo, Cangakan, Kedungprimpen, Kedungarum, Samberan, Tejo, Sarangan, Semabung dan, Sumberwangi. “Pada 2017 menghasilkan sekitar 18.490 ton padi,” ungkapnya. Hasil padi berlimpah tersebut tidak terjual ke tengkulak.

Akan tetapi terjual ke Koperasi Surabaya Niaga dan  langsung disuplai ke bulog ( e-warung) dan ke jaringan retail  Carrefour. Sehingga didapat harga pantas sebagai harga produsen. “Ini diapresiasi presiden. Harapan beliau, inovasi pengendalian infl asi ini terus bisa ditingkatkan melalui Tim Pengendalian Infl asi Daerah (TPID),” pungkasnya. 

(bj/zky/faa/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia