Rabu, 26 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Bojonegoro Minim Sistem Irigasi

23 Juli 2018, 06: 10: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

irigasi

MINIM IRIGASI : Salah satu dari sedikit saluran irigasi di Bojonegoro. Hanya yang dekat Bengawan Solo yang intensif stok airnya. (M. Nurkhozim/Radar Bojonegoro)

Share this      

KOTA – Lahan pertanian di Bojonegoro minim sistem irigasi. Pembangunan embung tak mampu memenuhi kebutuhan air irigasi. Sehingga petani terpaksa harus bisa menerapkan pola tanam untuk meminimalisasi penggunaan air. “Misalnya, harus menanam tanaman yang tidak membutuhkan banyak air,” kata Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Djupari minggu (22/7).

Djupari menuturkan, lahan pertanian di Bojonegoro ada yang dialiri dari Bengawan Solo bisa bercocok tanam padi sepanjang tahun. Sedangkan yang tidak teraliri bengawan, tidak bisa melakukan cocok tanam padi. Tapi harus menanam tanaman lain yang tidak membutuhkan banyak air. “Seperti jagung atau tembakau,” jelasnya. Menurut dia, wilayah Bojonegoro bagian selatan dan barat tidak mendapat aliran Bengawan Solo.

Sehingga banyak yang bercocok tanam tembakau. “Petani harus memilih tanaman yang cocok untuk lahannya,” terangnya. Dia mengungkapkan, Pemkab Bojonegoro sudah membangun embung di sejumlah titik. Namun, embung-embung tersebut tidak bisa digunakan untuk bercocok tanam padi. Sebab air embung tidak mencukupi untuk kebutuhan tanaman padi.

“Petani hanya menggunakannya untuk pertanian jagung atau tembakau,” ungkapnya. Diakui Djupari, saat musim kemarau harga padi memang sangat tinggi. Sehingga, menguntungkan petani. Namun tidak semua petani bisa menikmati hasil tersebut karena tidak semuanya bisa menanam padi. “Berbeda dengan musim hujan. Saat petani panen melimpah, harga gabah malah anjlok,” tukasnya.

Kabid Tanaman Perkebunan Imam Wahyudi menambahkan, petani bisa mendapat penghasilan bagus saat kemarau. Sebab harga tembakau juga bisa tinggi, bahkan mengalahkan harga gabah. Itu jika permintaan tinggi dan kualitas tembakau bagus. “Kualitas tembakau ditentukan dari bagus tidaknya musim. Jika tidak ada hujan, maka kualitas tembakau akan sangat bagus,” terangnya.

(bj/zim/feb/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia