Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

21 Juli 2018, 07: 00: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

PACIRAN – Gelombang tinggi berpotensi terjadi di sejumlah perairan laut di Indonesia. Itu berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Surabaya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan mendapatkan imbauan untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi. Sesuai prakiraan, Laut Jawa bagian timur berpotensi terjadi gelombang hingga 2,5 meter (m). Sedangkan di bagian selatan mencapai 3,5 m. ‘’Itu prakiraan yang kita terima, tapi perlu tetap meningkatkan kewaspadaan,’’ tutur Jannata, kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan kepada Jawa Pos Radar Lamongan, jumat (20/7).

Menurut dia, prakiraan gelombang tinggi itu berpotensi di laut zona lepas yang wilayahnya tak termasuk laut di pantura Lamongan. Namun, nelayan yang beraktivitas melaut hingga ke Bawean atau luar Lamongan perlu memerhatikan ancaman tersebut. ‘’Kalau di dekat-dekat WBL, tidak sampai segitu. Kita pantau masih cukup aman,’’ ujar Jannata saat dikonfirmasi via ponsel. Sedangkan potensi kecepatan angin mencapai 25 knots atau sekitar 45 kilometer (km) per jam.

Serta terdapat potensi hujan ringan pada malam hari di Laut Jawa bagian timur, termasuk laut pantura Lamongan. ‘’Peringatan yang kita terima dari BMKG itu kan sebagai antisipasi, sehingga meminimalisasi hal - hal yang tak diinginkan,’’ imbuhnya. Seperti diberitakan, insiden tenggelamnya kapal nelayan di Pantai Pancer, Jember (19/7) cukup menga getkan.

Enam nelayan dinyatakan tewas, serta empat orang lainnya masih hilang. ‘’Yang paling menjadi perhatian memang di laut bagian selatan, termasuk Jember. Insiden itu bisa jadi imbauan bagi nelayan di daerah lainnya, jika bulan ini terdapat potensi gelombang tinggi,’’ katanya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan Lamongan, Ubaidilah menyatakan, cuaca di laut kawasan pantura Lamongan masih cukup normal.

Berdasar pantauannya, gelombang dan kecepatan angin masih normal. ‘’Hari ini (jumat) ke pantura. Kita pantau cukup normal dan nelayan juga masih melaut seperti biasanya,’’ katanya.

(bj/ind/yan/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia