Jumat, 15 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Nduk

Berbisnis di Era Digital, Jangan Sampai Bercelah

19 Juli 2018, 06: 20: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Bunga Perdana Putri

Bunga Perdana Putri (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

NDUK - Berbisnis di era digital seperti sekarang ini sangat mudah. Namun, risiko ditipu dan merugi lebih besar. Sebab, sebagian transaksi dilakukan melalui dunia maya. Agar mengurangi risiko berbisnis, Bunga Perdana Putri, 29, mempunyai tips tersendiri. Pebisnis camilan dan suvenir ini mengatakan, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan agar tidak ditipu konsumen dan tetap mendapat kepercayaan klien.

Pertama yang perlu dilakukan, kata dara yang akrab disapa Bunga ini, yaitu menjalin kepercayaan ke konsumen. Setiap transaksi, pebisnis asal Perum Perbon Permai ini selalu meng-capture dan menyimpan bukti transaksi. Bukti inilah yang rutin dia unggah di media sosial (medosos) miliknya untuk menjadi bahan acuan pembeli lain. ‘’Sebagai penjual, kalau sudah dipercaya jangan sampai mengecewakan,’’ tuturnya.

Jebolan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya itu mengatakan, terpenting bagi penjual harus menerima uang di awal transaksi. Bunga mempelajari, kebanyakan penipuan terjadi karena penjual terlalu percaya dengan pembeli. Sehingga, mereka mengirim produk sebelum uang diterima. Padahal, itu kesalahan besar. ‘’Uang pembelian harus diserahkan pada awal transaksi agar pembeli tidak kabur,’’ ungkap dia.

Alumni SMAN 1 Tuban ini mengatakan, penipu selalu memanfaatkan celah seseorang. Karena itu,  dia menyarankan pebisnis harus selalu hati-hati dalam setiap transaksi. Ibu satu anak ini mengatakan, sebelum berbisnis dia terlebih dahulu belajar banyak dari pebisnis senior. ‘’Dengan belajar ke praktisi jadi tahu celah mana yang harus ditutup agar tidak merugi,’’ katanya.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia