Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Mahasiswa Ciptakan Masker Rumput Laut Cokelat

Produksinya di Rumah Kos, Sudah Terjual 250 Biji

Oleh: Yudha Satria Aditama

16 Juli 2018, 06: 00: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

KREATIF : (Dari kiri) Devina, Erda, Tutut, Risma, dan Inas menunjukkan masker berbahan rumput laut buatannya.

KREATIF : (Dari kiri) Devina, Erda, Tutut, Risma, dan Inas menunjukkan masker berbahan rumput laut buatannya. (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN - Bermula dari hobi mempercantik wajah, dua mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya asal Tuban ini berinovasi membuat masker wajahnya sendiri. Mereka bersama tiga temannya yang lain menciptakan Sweet Mask, sebuah masker berbahan rumput laut cokelat yang kini sudah terjual ratusan buah. 

Bagi pegiat kuliner, Alginat atau kandungan yang biasa ada pada rumput laut mungkin sudah akrab digunakan untuk makanan seperti puding, es krim, atau agar-agar. Namun di tangan lima mahasiswa kreatif ini, alginat digunakan sebagai bahan masker wajah. Masker yang diberi nama Sweet Mask atau kepanjangan dari Seaweed Sheet Mask ini diciptakan sejak lima bulan yang lalu dan sudah terjual lebih dari 250 packs ke berbagai kota di Jawa Timur dan Bali.

Ide pembuatan masker berbahan alam ini bermula dari hobi Inas Pramitha Abdini Haq mempercantik wajah dengan menggunakan masker. Sudah tak terhitung berapa merek masker yang sudah dia beli. Tapi dari banyak merek tersebut, hanya beberapa saja yang menggunakan bahan alam. Atau sebagian besar menggunakan bahan kimia yang mengandung alkohol atau cairan kimia lainnya. Padahal, tidak semua kulit cocok dengan alkohol. Sadar akan hal tersebut, lantas Inas tertantang membuat masker dari kreasinya sendiri.

Dari banyak merek yang sudah digunakan, Inas tak satupun menemukan masker berbahan dari rumput laut cokelat. Cewek yang tinggal di Perum Karang Indah ini memulai terobosannya dengan membaca jurnal ilmiah dan artikel. Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair ini menemukan fakta bahwa rumput laut mempunyai kandungan alginat yang cukup bagus untuk kulit. Khasiatnya untuk mencerahkan wajah, mencegah penuaan dini, menghilangkan kotoran wajah, mengecilkan pori-pori dan jentik jerawat, dan lainnya.

Diantara banyak jenis rumput laut, alumni SMAN 1 Tuban ini memilih sargassum sp atau rumput laut cokelat. Alasannya, kandungan alginat pada rumput laut cokelat tersebut lebih tinggi dari jenis lainnya. Untuk mensimulasikan idenya tersebut, Inas menggandeng Tutut Dwi Cahyati mahasiswa jurusan Farmasi asal Desa Bejagung, Semanding. Untuk menunjang operasional dan kegiatan lainnya, Inas juga menggandeng tiga adik tingkat kampusnya yaitu Rizma Dwi Nastiti, Devinafarica Lukitaruna, dan Fansurina Yuli Erdayanti.

Untuk mempercepat, Inas memulai inovasinya dengan membeli sari alginat bubuk. Bubuk tersebut hanya dijual tertentu di toko online saja. Sebab peminat bubuk ini sebagian besar merupakan pabrik dan industri kuliner makanan kecil. Selain sulit didapat, harga untuk bahan ini juga cukup mahal. Paling murah, dijual Rp 250 ribu per kilogram.

Sadar biaya produksi dan operasional yang cukup tinggi, lantas Inas cs membuat proposal untuk bantuan dana di Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Kewirausahaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti.

Ternyata proposal inovasi Inas cs cukup menarik panitia PKM. Kemenristekdikti pun membiayai untuk operasional lebih dari Rp 8 juta. Dengan catatan, inovasi Inas dibuat untuk kepentingan publik dan harus dijual luas sesuai bidang kewirausahaan yang diajukan. Pada Februari lalu, mahasiswi berjilbab ini lantas memulai inovasinya. Untuk melakukan riset, kelompok ini sering meminjam laboratorium Farmasi Unair. ‘’Sekarang kami produksi di rumah kos di Mulyorejo Tengah, Surabaya,’’ kata Inas yang mengaku bisa memproduksi hingga 50 packs masker per hari. (*/wid-bersambung)

(bj/yud/wid/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia