Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Keluhkan Biaya Cek Kesehatan Mahal

13 Juli 2018, 08: 28: 00 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Ilustrasi

Ilustrasi (Ainur Ochiem/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO - Bagi sebagian caleg yang berduit mengurus surat keterangan sehat jasmani dan bebas narkoba dengan biaya yang mahal pun tak masalah. Namun, bagi para politisi baru yang akan mengurus surat dengan kondisi kantong yang pas-pasan akan merasa keberatan. Ketua DPD PSI Bojonegoro Patkhur mengakui di Bojonegoro tidak murah.

"Karena biaya pengurusan surat keterangan sehat yang tidak murah jadi membuat para caleg yang notabenenya bondo nekat harus mencari alternatif lain di luar kota Bojonegoro," ujar dia.

Dia mengatakan, beberapa caleg PSI dan partai lain ada yang mengurus ke Madiun.  "Kemarin lusa, selasa 10 juli kami PSI bersama Garuda mengajak bacaleg kita untuk mengikuti tes kesehatan di RSUD Caruban, Kabupaten Madiun," ujarnya.

Menurutnya, biaya di sana cukup murah. "Karena kita anggap paling sesuai dengan kantong masyarakat, mungkin masing-masing rumah sakit mempunyai kebijakan yang berbeda," kata dia. Dia melanjutkan persoalan lagi, yakni terbatasnya pelayanan di RSUD Bojonegoro yang hanya menerima 20 orang perhari.

"Sedangkan banyaknya bacaleg yang mendaftar bahkan dari luar kota seperti Tuban dan sekitarnya. Ini menyebabkan kami tidak terakomodir," terang dia. Kabar mahalnya mengurus surat kesehatan tak hanya datang dari satu partai saja. Menurut politisi Partai Gerindra Anam Warsito pun mengakui jika di Bojonegoro terkategori mahal.

"Untuk surat kesehatan di RSUD Bojonegoro bukan sulit tapi mahal jika dibanding dengan RSUD Jombang, RSUD Cepu dan RSUD Ngawi," tandasnya. Penelusuran Jawa Pos Radar Bojonegoro informasi yang diterima biaya pengurusan sehat dan bebas narkoba di atas Rp 500 ribu.

Sementara itu, Humas RSUD Bojonegoro Thomas membenarkan jika mengurus surat keterangan sehat mulai dari sehat jasmani, bebas narkoba dan lainnya bisa mencapai Rp 600 ribuan.  "Betul. Tergantung mintanya pemeriksaan apa saja," jawabnya. Saat ditanya apakah biaya itu tidak terlalu mahal? "Coba cek pemeriksaannya apa saja. Dibanding kabupaten mana," ujar dia.

(bj/ai/aam/nas/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia