Rabu, 13 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Sakit Hati, Ingin Bunuh Mertua, Gagal

10 Juli 2018, 08: 09: 29 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

GARA – GARA SAKIT HATI: Agus Sulistiono, warga Desa Kedungmentawar, Kecamatan Ngimbang dikawal petugas Polres Jombang.

GARA – GARA SAKIT HATI: Agus Sulistiono, warga Desa Kedungmentawar, Kecamatan Ngimbang dikawal petugas Polres Jombang. (Anas Radar Jombang for Radar Lamongan)

Share this      

NGIMBANG – Agus Sulistiono, 32, warga Dusun Kedung, Desa Kedungmentawar, Kecamatan Ngimbang, harus berurusan dengan aparat penegak hukum di Jombang. Gara – garanya, dia menyusun rencana membunuh mertuanya, Sitra, 58, warga Dusun Gesing, Desa Manduro, Kecamatan Kabuh.

Namun rencana itu gagal dan dilaporkan ke Polsek Kabuh. “Kami menerima laporan dari salah seorang warga Dusun Gesing, yang mengaku akan dibunuh menantunya,” ujar Kapolsek Kabuh AKP Gatot Sudioto, senin (9/7).

Menurut dia, pelaku sudah tidak tinggal satu rumah dengan korban sejak 8 Juni lalu. “Pelaku pulang ke rumah asalnya di Lamongan,” imbuhnya.

Diduga, pelaku sakit hati karena sebagai menantu tidak pernah diajak mengambil keputusan. Menurut cerita dari pihak korban kepada petugas, peristiwa percobaan pembunuhan itu terjadi Kamis (5/7) malam sekitar pukul 23.00. Saat itu, korban dan seluruh keluarganya sedang tidur.

“Korban didatangi dua orang dan dibekap mukanya dengan bantal. Karena tak bisa bernapas, korban berteriak minta tolong,” jelasnya.

Terdengar ada yang berteriak, anak-anak korban termasuk istri pelaku, bangun dan berlari keluar kamar. “Dua orang pelaku itu kemudian kabur, mereka memakai penutup wajah,” imbuh Gatot.

Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Satreskrim Polres Jombang. Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk mengungkap siapa dua pelaku percobaan pembunuhan itu.

Selain Agus, polisi juga menangkap JAP, 17, yang merupakan keponakan pelaku yang juga berasal dari Lamongan.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setya Budi, menilai aksi percobaan pembunuhan itu sebagai aksi yang nekat. Meski hasilnya gagal total, aksi keduanya sudah terencana dengan baik. Bahkan memasukkan obat serangga di jarum suntik merupakan hasil pelaku menelusuri di internet.

“Percobaan pembunuhan ini memang tidak dilakukan Agus sendirian, tapi dibantu keponakannya,” ujar Budi.

“Agus ini curhat kepada keponakannya. Dari obrolan itu mereka punya ide untuk menghabisi nyawa korban,” imbuhnya.

Kedua pelaku sepakat menggunakan racun sebagai cara untuk melakukan pembunuhan. Mereka berbagi tugas, Agus mendapat bagian membeli obat serangga di toko pertanian. Obat serangga yang dipilih adalah jenis Fastac.

Menurut Budi, ide menggunakan obat serangga jenis Fastac itu didapat setelah JAP mencari informasi melalui internet. Obat itu memang mengandung sipermetrin atau salah satu senyawa kimia yang berbahaya jika masuk ke tubuh. “Sedangkan JAP bertugas membeli jarum suntik di apotik,” jelasnya.

Setelah perlengkapan terkumpul, keduanya memutuskan beraksi Kamis (5/7) malam. Dua pelaku berboncengan motor Suzuki Smash hitam S 4311 QE menuju Dusun Gesing.

“Kedua pelaku menggunakan cadar dan masuk pekarangan rumah korban dengan cara melompat pagar belakang,” kata Kasatreskrim.

Karena situasi saat itu masih ramai, mereka keluar lagi dan menunggu di luar pagar. Sekitar pukul 23.00, saat situasi rumah Sitra sudah sepi, keduanya masuk lagi melalui pintu kandang ternak.

“Keduanya lalu berbagi tugas, Agus yang membungkam korban sedangkan JAP yang bertugas menyuntik,” katanya.

Belum sempat jarum disuntik ke bagian leher, korban meronta dan berteriak minta tolong. “Dua pelaku kemudian kabur, istri korban melihat salah satu pelaku memakai jaket yang sama persis dengan milik suaminya,” tambahnya.

Berbekal alat bukti berupa jaket biru tersebut, Agus dan keponakannya ditangkap saat berada di rumahnya di Ngimbang. Kedua pelaku terancam dijerat pidana percobaan pembunuhan berencana sebagaimana dimaksud pasal 340 jo 53 KUHP. “Ancamannya adalah hukuman mati atau seumur hidup dikurangi sepertiga dari ancaman maksimal,” kata Budi. (mar/bin/jpnn/yan)

(bj/*/yan/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia