Jumat, 19 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Alami Penurunan Kelulusan, Disdik Minta Sekolah Kurangi Pagu

10 Juli 2018, 07: 22: 02 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DAFTAR SEKOLAH: Sejumlah anak yang akan mendaftar di salah satu SMPN di Kota Bojonegoro.

DAFTAR SEKOLAH: Sejumlah anak yang akan mendaftar di salah satu SMPN di Kota Bojonegoro. (M. Nurcholish/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO – Kekurangan siswa dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) online  tahun ini benar-benar menjadi pertimbangan dinas pendidikan (disdik). Rencananya, tahun depan disdik akan meminta semua sekolah kekurangan pagu tersebut untuk mengurangi pagu.

Kabid SMP Disdik Bojonegoro Puji Widodo menuturkan, selama ini pagu SMPN masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Padahal, jumlah lulusan SD dan MI setiap tahunnya mengalami penurunan. “Jika tidak ada pengurangan pagu maka setiap tahun akan selalu kekurangan siswa,” terang Puji.

Puji menjelaskan, dua tahun ini PPDB sudah memakai sistem zonasi. Artinya, sekolah bisa memetakan SD dan MI di zona tersebut ada berapa siswa. Sehingga, bisa lebih jelas siswa akan direkrut dalam PPDB nanti. Bahkan, itu bisa diketahui sebelum siswa lulus sekolah.

Menurut Puji, pengurangan pagu adalah hal pertama harus dilakukan tahun depan. Sehingga, sekolah bisa mengetahui kemampuan mereka dalam menjaring siswa selama proses PPDB berlangsung. “Tahun depan pagu harus dikurangi,“ jelasnya.

Tahun ini jumlah kekurangan siswa memang sangat banyak. Mencapai 1.259 siswa. Jumlah itu untuk kekurangan siswa di 37 lembaga. Sebab, jumlah sekolah berhasil memenuhi pagu dalam PPDB hanya ada 12 sekolah. “Itupun kelebihan siswanya juga tidak banyak,“ jelasnya.

Jumlah pendaftar selama PPDB online  adalah 8.905 siswa. Yang diterima hanya 8.800 siswa. Sisanya 272 siswa tidak diterima di sekolah yang dituju. Namun, mereka masih mempunyai kesempatan mendaftar di sekolah lain. Yaitu, pada 13 Juli mendatang. “Itu khusus yang belum mendaftar. Jika sudah mendaftar di sekolah swasta ya tidak boleh,“ jelasnya.

Kemarin (9/7), hasil PPDB tersebut diumumkan. Pengumuman dilakukan di sekolah masing-masing. Hanya 12 sekolah mengalami kelebihan siswa. Sedangkan 37 lainnya masih kekurangan. Sehingga, 272 siswa tidak diterima itu diperebutkan oleh 37 lembaga itu.

“Pada gelombang susulan ini tidak ada zona. Jadi, bebas mendaftar di mana saja,“ jelasnya.

Proses PPDB online  berlangsung pada 2- 6 Juli lalu. Sedangkan offline berlangsung 25 sampai 28 Juni lalu. Pada PPDB offline SMP, hanya berhasil mendapatkan 167 siswa. Sebab, tidak semua sekolah berhasil mendapat siswa. Banyak sekolah tidak mendapatkan siswa selama PPDB offline.

(bj/cho/zim/nas/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia