Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Tunggu Kuota, Elpiji Nonsubsidi Siap Beredar

09 Juli 2018, 16: 52: 23 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

Elpiji

SIAP BEREDAR: Tabung elpiji non subsidi (M. Nurcholis/Radar Bojonegoro)

Share this      

KOTA – Meski belum dipastikan waktunya, masyarakat Bojonegoro terpaksa harus siap-siap merogoh saku dalam-dalam untuk membeli elpiji nonsubsidi 3 kilogram (kg). Harganya mencapai Rp 42 ribu per tabung, jauh di atas elpiji subsidi yang hanya Rp 16 ribu per kg. “Tampaknya dalam waktu lama belum ada di Bojonegoro. Karena, belum ditetapkan kuotanya,” kata Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdag) Bojonegoro Agus Hariyana minggu (8/7). Menurut Agus, saat elpiji nonsubsidi 3 kg hanya ada di Surabaya dan sejumlah kota besar.

Pertamina belum menentukan kapan Bojonegoro akan diberikan kuota. “Hingga kini masih belum dipastikan kapan,” jelasnya. Agus menuturkan, elpiji 3 kg nonsubsidi tersebut untuk masyarakat yang mampu. Dia mengklaim, selama ini banyak masyarakat mampu yang menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi. Sehingga kebutuhan elpiji bersubsidi selalu tinggi. Bahkan kuotanya setiap tahun selalu bertambah. Tahun ini kuotanya mencapai 9,7 juta tabung. “Kehadiran elpiji nonsubsidi 3 kg untuk menyeimbangkan,” tukasnya. Menutur Agus, elpiji 3 kg nonsubsidi bukan barang dalam pengawasan.

Berbeda dengan elpiji melon yang pengawasannya sangat ketat, karena mengandung subsidi. Sehingga, kuota elpiji 3 kg nonsubsidi kuotanya tidak terlalu dipantau. Meski begitu, tambah dia, saat ini pasokan elpiji bersubsidi di Bojonegoro masih aman. Tidak ada kelangkaan. Juga tidak ada laporan pangkalan yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET). “Jika ada langsung laporkan pada kami,” ungkap dia.

Agus menjelaskan, pangkalan elpiji wajib menjual elpiji bersubsidi sesuai HET, yaitu Rp 16 ribu. Jika ada yang kedapatan menjual di atas HET, akan langsung diberikan sanksi. Pertama, berupa teguran tertulis. Itu sudah pernah diberikan pada tiga pangkalan. Jika masih melakukannya lagi, izin pangkalan bisa dicabut. “Karena itu, jangan sampai pangkalan melakukan kecurangan dengan menjual di atas HET,” tegasnya.

(bj/zim/feb/faa/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia