Kamis, 27 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Melihat Aktivitas Masjid Al Muawannah

Dari Air, Kopi, Wifi Gratis, hingga Pemberdayaan Ekonomi Umat

09 Juli 2018, 10: 30: 05 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Masjid Muawannah tampak depan.

Masjid Muawannah tampak depan. (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO - Masjid bukan sekadar tempat beribadah. Di Masjid Al Muawannah Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno, masjid menjadi tempat nongkrong yang asyik. Tempat istirahat yang nyaman. Dan, direncanakan masjid menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Jika Anda dari arah barat. Sekitar 5 km dari Kota Kecamatan Baureno, pelankan kendaraan Anda. Sesampai di jalan yang menurun tajam, tengoklah sedikit di kanan jalan. Ada masjid megah berwarna biru. Ada sepetak taman yang sedap dipandang. Dan, parkir yang nyaman untuk kendaraan, seperti mobil dan sepeda motor.

Jika Anda dari arah Babat, lokasi masjid sekitar 3 km. Anda bisa langsung belok ke halaman masjid. Tak usah khawatir soal parkir. Cukup untuk 10-15 mobil.

BANYAK AKTIVITAS: Masjid Al Muawanah di Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno, yang menye diakan minum air, kopi, hingga wifi gratis bagi musafir.

BANYAK AKTIVITAS: Masjid Al Muawanah di Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno, yang menye diakan minum air, kopi, hingga wifi gratis bagi musafir. (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Anda tak perlu khawatir kehabisan air. Di masjid disediakan air kemasan gratis. Boleh pilih, dingin atau biasa. Bukan hanya itu, Anda yang mengantuk, juga disediakan kopi. Ada dispenser untuk air panas.  Tapi membuat kopinya sendiri. Setelah itu, dicuci sendiri gelasnya.

Di sepanjang jalan Babat-Padangan, mungkin hanya Masjid Al Muawannah   yang menyediakan kopi, teh, air gratis, bagi para pengendara yang mampir untuk salat dan melepas lelah.  

Masjid Al Muawannah. Dulu, masjid tersebut bangunannya sebenarnya cukup klasik. Masih menggunakan kayu blabak sebagai lantai.

Namun, lambat laun, kayu lapuk. Akhirnya butuh renovasi. Masjid akhirnya dibongkar total. Dananya swadaya dari seluruh jamaah masjid. Bukan hanya jamaah masjid saja. Namun, para warga Gunungsari yang berdomisili di luar desa pun ikut menyumbang untuk renovasi masjid.

Sebelum Ramadan tahun ini, 90 persen, renovasi masjidpun hampir selesai. Masjid bisa digunakan dengan nyaman saat Ramadan. Untuk meramaikan masjid, takmir pun memiliki ide. Yakni, memasang wifi. Hasilnya, Ramadan yang biasanya sepi. Para pemuda tiap malam meramaikan masjid. Meski mereka masih belum tadarus, hanya ber-wifi. Namun, sudah cukup meramaikan masjid.

Pemasangan wifi ini awalnya pro dan kontra. Sebab masjid dipasang wifi dikhawatirkan malah melupakan ibadah tapi asyik berselancar internet. “Biarkan saja mereka internetan di masjid daripada di warung kopi. Pelan-pelan pasti mereka pasti ikut ibadah,” ujar Takmir Masjid Al Muawannah, Amir Baihaqi.

Hasilnya, tengah malam Ramadan yang biasanya sepi. Justru makin ramai hingga menjelang sahur. Seolah seperti zaman dulu lagi, ketika masjid diramaikan dengan pemuda yang kerap tidur masjid.

Ramai-ramai Piala Dunia, Masjid Al Muawannah   pun tak ingin ketinggalan. Ada nobar bareng Piala Dunia. Selalu ramai penontonnya.

Aktivitas anak-anak pun meningkat. Biasanya sebelum masjid direnovasi hanya segelintir anak saja yang mau mengaji di masjid. Kini jumlahnya meningkat. Lebih dari 50 anak yang tiap Magrib salat dan dilanjutkan mengaji.  

Aktivitas masjid kini naik bertahap. Digagaslah Subuh Bersama Keluarga (Surga). Digelar sebulan sekali. Terakhir Juli ini, mendatangkan imam besar Masjid Al Irsyad Surabaya, Ustad Fahmi Abdillah. Dia memimpin Salat Tahajud bersama. Salat Tahajud pun diselingi qunut nazilah.

Usai Subuh, Surga dilanjutkan dengan diskusi gayeng bersama pengurus Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan  Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Bambang Wijanarko. “Umat Islam harus berdaya dalam membangun ekonomi. Jangan sampai, umat berada dalam kemiskinan. Karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membangun ekonomi,” ujar Bambang yang juga pengurus Saudagar Muslim ini.

Dari hasil diskusi muncullah gagasan untuk mendirikan minimarket. Lokasinya di kompleks masjid.

Aktivitas Surga sudah dua kali berlangsung. Bagi anak-anak disediakan door prize gratis yang ikut salat Subuh. “Mengajak anak salat Subuh itu bagian awal dari membangun fondasi karakter anak,” tandas Amir.

(bj/*/nas/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia