Rabu, 26 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Beredar Benih Padi Kualitas Buruk

04 Juli 2018, 06: 10: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

Infografis

Infografis (Ainur Ochiem/Radar Bojonegoro)

Share this      

DANDER - Para petani di Kecamatan Dander mengeluhkan beredarnya benih padi berkualitas buruk. Budi Satria salah satu petani asal Kecamatan Dander mengatakan, banyak beredar benih tak berkualitas di pasaran. Menurut dia, benih yang banyak beredar di pasaran itu bisa merugikan para petani. Sebab, banyak para petani yang membeli benih tersebut, tapi hasil panennya tidak sesuai dengan keinginan para petani.

‘’Banyak petani yang rugi puluhan juta,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro senin (3/7). Dia menjelaskan, benih yang kualitasnya kurang bagus itu banyak melakukan promosi di kawasan pertanian. Dalam promosinya bisa meningkatkan tiga kali lipat. ‘’Ternyata hasil akhirnya sepertiga panen biasa,’’ keluhnya.

Benih padi itu beredar di kalangan masyarakat bawah. Menurut dia, perlu ada pengawasan dari pihak pemerintah agar benih tersebut tak lagi merugikan petani lagi. ‘’Perlu ada pengawasan dalam peredaran benih,’’ tuturnya. Budi menjelaskan di pasaran jenis benih itu bermacam-macam.

Hasilnya banyak yang jelek. ‘’Rendemennya terlalu rendah. Pemerintah harus pro-aktif menyedikan benih berkualitas dengan rendemen tinggi agar harga gabah bisa tinggi,’’ tandasnya. Kabid Produksi Pertanian Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro Zaenal Fanani mengatakan, para petani yang ingin mendapat benih harus benar-benar jeli. Sebab, benih yang baik itu tentu yang bersertifi kat.

‘’Jadi benih itu ada sertifi katnya,’’ kata dia. Menurut Zaenal, benih yang bersertifi kat itu tentu telah diuji oleh Balai Pengawasan dan Sertifi kasi Benih (BPSB) di Surabaya. Jadi, bila petani menemukan benih yang tidak berkualitas di lapangan bisa melapor ke disperta. ‘’Di dinas pertanian bisa (terkait melapor). Sebab, ada petugasnya di dinas,’’ ujarnya. 

(bj/aam/rij/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia