Jumat, 24 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Setelah Gaji 14, Kini Cair Gaji 13

30 Juni 2018, 07: 00: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

CAIR LAGI: PNS yang bakal happy bulan depan. Setelah terima THR, bulan depan giliran gaji 13 cair.

CAIR LAGI: PNS yang bakal happy bulan depan. Setelah terima THR, bulan depan giliran gaji 13 cair. (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Berita Terkait

BOJONEGORO – Belum lama gaji ke-14 dan tambahan penghasilan pegawai (TPP) cair, dalam waktu dekat aparatur sipil negara (ASN) akan menerima gaji ke-13. Diperkirakan gaji ke-13 tersebut akan dicairkan awal bulan depan. “Diperkirakan awal bulan depan sudah cair,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro Ibnu Soeyuthi jumat (29/6).

Ibnu melanjutkan, alokasi anggaran untuk gaji ke-13 tersebut adalah Rp 45 miliar. Dana tersebut kini sudah ada di kas BPKAD. Hanya tinggal menunggu pencairan saja. “Setelah gaji biasa, gaji ke-13 segera cair. Selang sehari,” ungkap dia.

Gaji ke-13 selalu cair Juli. Sebab, biasanya digunakan untuk biaya pendidikan anak. Sebab, saat itu sudah memasuki masa tahun pelajaran baru. Sehingga, ASN yang memiliki anak sekolah bisa langsung digunakan.

Sebelumnya, awal bulan ini ASN juga menerima gaji ke-14. Dan TPP. Gaji ke-14 kerap disebut sebagai tunjangan hari raya (THR) ASN. Sebab, diberikan menjelang Lebaran “Besarannya juga sama, yaitu satu kali gaji,” ungkap dia.

Sementara itu, untuk tunjangan profesi guru pada triwulan ketiga hingga kini masih belum cair. Sebab, anggaran dari pusat masih belum turun. “Kalau tunjangan profesi masih belum ada dana dari pusat,” ungkap dia.

Menurut Ibnu, anggaran tunjangan profesi tersebut akan turun awal bulan depan. Namun, anggaran tersebut masih belum bisa dicairkan. Sebab, pencairan dana tersebut masih menunggu ajuan dari dinas pendidikan  (disdik). “Setelah ada ajuan baru proses pencairan,” jelasnya.

Anggaran sertifikasi guru tersebut nilainya mencapai Rp 16 miliar. Tunjangan itu diberikan pada sekitar 4 ribuan guru pegawai negeri sipil (PNS) yang sudah sertifikasi.

Kabid Ketenagaan Disdik Bojonegoro Aunur Rofiq menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus melakukan proses pencairan tunjangan itu. Yaitu, menginstruksikan pada sekolah dan unit pelaksana teknis (UPT) di setiap kecamatan untuk mengajukan data penerima. “Kita masih menunggu data dari sekolah dan UPT,” jelasnya.

Rofiq menambahkan, sebelum proses pencairan memang harus selalu ada data pengajuan. Sebab, data yang dikirimkan harus baru. Hal itu untuk mengantisipasi jika ada data yang berubah.

(bj/zim/nas/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia