Rabu, 26 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
She

Baca, Nulis, dan Nonton

23 Juni 2018, 08: 00: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Ari Diana Fitri

Ari Diana Fitri (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

SHE - Sehari-hari Ari Diana Fitri memulai rutinitasnya dengan bekerja yang jadwalnya tidak tentu, tergantung sifnya, kadang masuk pagi, kadang siang. Sisa hari setelah kerja, banyak dimanfaatkan dengan menikmati linimasa media sosial. Kalau lagi nggak malas-malas banget, dia pasti menyempatkan waktu buat menyelesaikan bacaannya yang terabaikan karena lama nggak dibuka. “Ya, saya suka baca.

Terutama novel remaja fiksi yang bikin kita langsung berharap punya kisah di dunia nyata yang sama menyenangkannya seperti cerita di dalamnya,” ujar gadis asal Desa Sumberagung Kecamatan Dander itu. Ada salah satu kutipan dari @nulisbuku yang selalu dia ingay yaitu‘Apabila kau ingin sukses, bacalah buku. Apabila kau ingin bahagia, bacalah fiksi.’

Kehidupan yang kadang tidak sejalan memang kerap bikin kita harus punya 'tempat lain' untuk menjaga kewarasan. Dan dia menemukannya pada kisah fiksi itu. Selain itu, gadis yang akrab disapa Ari itu juga sering menuliskan perasaannya biar lebih tenang. “Tulisan itu ada yang berupa cerpen, puisi, atau ya sekadar ungkapan hati,” jelas alumni SMKN 1 Bojonegoro 2015 itu.

Karyanya beberapa kali pernah dikirim ke website cerpen gitu. “Sisanya saya pasang di blog pribadi. Tapi ya gitu, cuma soal curhatan kaku yang nggak bermanfaat buat orang lain, hehe,” tuturnya.

Selain itu, Ari juga suka sepakbola, terutama Arsenal, sejak tahun 2010. Tapi kalau sekarang sudah jarang nonton sampai begadang seperti dulu. “Lebih sering ngecek skor akhir dan perkembangan lainnya di medsos,” katanya. Buku dan sepakbola adalah dua hal menakjubkan yang membuat hidupnyatidak datar. Keduanya romantis dan selalu ada saat dibutuhkan.

“Inti dari semua itu, hidup yang seberantakan apapun, selama kita punya pegangan untuk tetap bertahan, selama itu juga kita bisa menjalaninya kan?,” terang gadis kelahiran 1998 itu. Kerja ya kerja, tapi tetap harus tahu bagaimana menjalani hidup sesuai pilihan. Karena hidup terlalu singkat buat nurutin apa kata orang lain yang sok tahu tentang hidup kita.

Sementara itu, sekitar satu tahun yang lalu pernah ikutan lomba nulis cerpen yang diadakan komunitas penulis di Facebook dan masuk 50 besar. Sempat dihubungi lagi beberapa minggu yang lalu kalau cerpennya yang waktu itu berencana mau diterbitkan. Dan rasanya tentu senang, mengingat aku memang punya keinginan menerbitkan buku. “Ya dimulai dari cerpen bersama dulu. Mudah-mudahan suatu hari nanti ada kesempatan menerbitkan buku yang benar-benar karya sendiri,” pungkasnya.

(bj/gas/nas/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia