Selasa, 10 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Tak Miliki ­Museum, ­Benda Sejarah Tak ­Tertata

20 Juni 2018, 06: 00: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

fosil

TAK PUNYA MUSEUM: Sejumlah benda purbakala belum terintegrasi. (Amrulah A.M/Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO - Keberadaan benda-benda bersejarah di Bojonegoro masih belum tertata dengan baik. Kondisi museum pun masih jauh dari kata layak. Sebab, masih banyak benda-benda berserjarah belum tersimpan dengan baik. Bahkan, keberdaan museum saat ini pun masih berada di gedung milik Sekolah Dasar Model Terpadu. Lokasinya pun masih belum strategis untuk dikunjungi. 

Hari Nugroho pegiat Museum 13 mengatakan, seharusnya perlu ada museum memadai menyimpan benda-benda purbakala dan benda bersejarah. Seharusnya, pemerintah bisa segera mewujudkan sebuah museum bisa menyimpan secara baik benda-benda tersebut. Selain itu, ada juru rawat telaten merawat benda-benda sejarah itu. 

Jika tertata, benda sejarah terdata dengan baik. Sehingga bisa menjadi pusat penelitian pihak-pihak lain melakukan penelitian di Bojonegoro. ‘’Harus segera melangkah agar benda-benda itu bisa segera terselamatkan,’’ terangnya. 

Hary punya inisiatif menyelamatkan benda purbakala itu. Dia membuat museum di SDN Panjunan. Di sekolah itu ada ruang khusus menyimpan benda-benda purbakala. Sehingga benda-benda yang ditemukan bersama anak didiknya masih tersimpan rapi. 

Kabid Kebudayaan Disbupar Bojonegoro Taufik Amrullah mengatakan, ada rencana memanfaatkan salah satu rumah peninggalan Belanda di Kecamatan Padangan untuk digunakan menyimpan benda-benda purbakala. ‘’Kita rencanakan seperti itu. Untuk menyimpan benda purbakala,’’ tandasnya.

(bj/aam/rij/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia